Kurangi Impor Rp25 Triliun per Tahun, Kementan Dorong Hilirisasi Susu Nasional
- 06 Jun 2026 11:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian Pertanian mendorong percepatan pembangunan industri persusuan nasional
- Produksi susu segar dalam negeri baru memenuhi sekitar 20 persen kebutuhan nasional
- Indonesia masih mengimpor sekitar 3,7 juta ton setara susu segar per tahun
- Nilai impor susu mencapai sekitar Rp25 triliun per tahun
- Konsumsi susu masyarakat Indonesia berada di angka 17,76 liter per kapita per tahun
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong percepatan pembangunan industri persusuan nasional untuk mengurangi ketergantungan impor. Saat ini produksi susu segar dalam negeri baru mampu memenuhi sekitar 20 persen kebutuhan nasional.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan), Agung Suganda mengatakan Indonesia masih mengimpor sekitar 3,7 juta ton setara susu segar setiap tahun. Nilai impor tersebut mencapai sekitar Rp25 triliun per tahun.
"Produksi susu segar nasional baru mencapai sekitar satu juta ton atau hanya memenuhi 20 persen dari kebutuhan susu nasional. Selebihnya kita masih impor sekitar 3,7 juta ton setara susu segar dengan nilai sekitar Rp25 triliun per tahun," katanya dalam peringatan Hari Susu Nusantara 2026 di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan, Sabtu 6 Juni 2026 pagi.
Agung mengatakan konsumsi susu masyarakat Indonesia saat ini masih sekitar 17,76 liter per kapita per tahun. Angka tersebut masih lebih rendah dibandingkan sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara.
Menurutnya, pemerintah tengah menyiapkan sejumlah langkah untuk meningkatkan produksi susu nasional. Salah satunya melalui finalisasi Peraturan Presiden tentang percepatan peningkatan produksi susu.
Selain itu, Kementerian Pertanian juga mendorong peningkatan populasi sapi perah melalui investasi swasta dan pembangunan peternakan sapi perah terintegrasi di luar Pulau Jawa. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat pasokan susu segar dalam negeri.
"Kami ingin susu segar dalam negeri memiliki nilai tambah yang lebih tinggi. Selain itu, memiliki pasar yang lebih luas dan menjadi bagian penting dalam pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat," ucapnya.
Sebelum acara dimulai, suasana di Taman Margasatwa Ragunan telah dipadati peserta dari berbagai kalangan. Sejumlah keluarga datang bersama anak-anak untuk mengikuti rangkaian kegiatan edukasi yang disiapkan panitia.
Salah satu kegiatan yang menarik perhatian adalah lomba mewarnai bertema peternakan dan susu yang diikuti puluhan anak. Para peserta tampak antusias mengikuti kegiatan sambil didampingi orang tua dan pendamping sekolah.
Macha, pendamping peserta dari SD Al-Kahfi Jakarta Timur, mengatakan kegiatan tersebut menjadi sarana mengenalkan pentingnya konsumsi susu kepada anak-anak sejak dini.
"Kami tertarik ikut acara ini untuk edukasi anak-anak tentang pentingnya minum susu untuk nutrisi, pertumbuhan badan, dan tulang. Di sini juga ada kegiatan mewarnai dan mewarnai tote bag, jadi anak-anak bisa belajar sambil bermain," katanya.
Menurut Macha, kebiasaan mengonsumsi susu perlu dikenalkan sejak usia dini karena dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi anak. Terlebih, tidak sedikit anak yang masih kesulitan sarapan pada pagi hari.
Hari Susu Nusantara diperingati setiap 1 Juni bertepatan dengan World Milk Day. Tahun ini peringatan tersebut mengusung tema "Dengan Susu, Generasi Kuat, Indonesia Hebat".
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....