Hari Susu Nusantara, Kemenperin Perkuat Hilirisasi Industri Susu
- 03 Jun 2026 12:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian Perindustrian terus memperkuat pengembangan industri susu nasional melalui hilirisasi dan kemitraan peternak.
- Upaya tersebut sejalan dengan peringatan Hari Susu Nusantara 2026.
- Pemerintah menargetkan peningkatan konsumsi susu dan daya saing industri susu nasional.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat pengembangan industri susu nasional. Upaya ini dilakukan melalui hilirisasi dan penguatan kemitraan dengan peternak.
Langkah tersebut sejalan dengan peringatan Hari Susu Nusantara 2026. Pemerintah ingin meningkatkan konsumsi susu dan daya saing industri nasional.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan susu memiliki peran penting bagi ketahanan pangan. Susu juga mendukung peningkatan kualitas gizi masyarakat Indonesia.
"Industri susu memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung peningkatan kualitas gizi masyarakat. Rendahnya tingkat konsumsi susu di Indonesia justru menjadi peluang besar bagi pengembangan industri susu nasional ke depan," ujar Agus di Jakarta, Rabu, 3 Juni 2026.
Berdasarkan data World Population Review 2022, konsumsi susu Indonesia mencapai 17,76 liter per kapita per tahun. Angka tersebut masih berada di bawah Malaysia, Singapura, dan Vietnam.
Di sisi lain, kebutuhan bahan baku industri pengolahan susu mencapai sekitar lima juta ton per tahun. Sekitar 80 persen kebutuhan tersebut masih dipenuhi melalui impor.
Pelaksana Tugas Dirjen Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika menilai pasokan susu segar dalam negeri perlu diperkuat. Menurutnya, kemitraan menjadi kunci membangun industri susu yang berkelanjutan.
"Penguatan rantai pasok susu segar dalam negeri melalui program kemitraan menjadi salah satu kunci utama. Sinergi antara peternak rakyat, koperasi, dan industri pengolahan susu perlu terus diperkuat," ujar Putu.
| Baca juga: Hari Susu Nusantara Perkuat Edukasi Gizi |
Sebagai dukungan bagi sektor hulu, Kemenperin mendorong penggunaan teknologi cooling unit. Program digitalisasi juga diterapkan di Tempat Penerimaan Susu atau TPS.
Hingga 2024, digitalisasi telah diterapkan pada 96 TPS. Program itu melibatkan sembilan koperasi dan lebih dari 12 ribu peternak sapi perah.
Kemenperin juga mengembangkan aplikasi pemantauan pasokan susu segar dalam negeri. Sistem tersebut digunakan untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi rantai pasok.
Selain itu, pemerintah menjalankan Program Restrukturisasi Mesin dan Peralatan Industri Makanan dan Minuman. Program tersebut memberikan penggantian biaya hingga 35 persen untuk pembelian mesin baru.
Putu mengatakan meningkatnya pendapatan masyarakat dapat mendorong pertumbuhan industri susu nasional. Tren hidup sehat dan Program Makan Bergizi Gratis juga menjadi peluang pengembangan industri.
Melalui Hari Susu Nusantara 2026, Kemenperin berharap industri susu nasional semakin kuat. Industri susu dalam negeri juga diharapkan semakin mandiri dan berdaya saing.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....