Pemerintah Pastikan Pasokan Pupuk Nasional Tetap Aman Terjaga

  • 05 Jun 2026 20:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menko Pangan memastikan stok pupuk nasional aman meski terjadi gejolak globa
  • Stok pupuk nasional saat ini mencapai 1,19 juta ton
  • Terdiri dari 825 ribu ton pupuk bersubsidi dan 367 ribu ton non-subsidi
  • Alokasi pupuk bersubsidi 2026 mencapai 9,84 juta ton
  • Sebanyak 9,55 juta ton dialokasikan untuk sektor pertanian

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah memastikan pasokan pupuk nasional tetap aman di tengah gejolak global. Stok pupuk nasional saat ini mencapai 1,19 juta ton.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam Rembuk Tani di Pontianak, Kalimantan Barat. Kegiatan itu dihadiri petani, mahasiswa, kelompok tani, dan organisasi kemasyarakatan.

Stok pupuk nasional terdiri atas 825 ribu ton pupuk bersubsidi. Selain itu tersedia 367 ribu ton pupuk non-subsidi.

Secara nasional, alokasi pupuk bersubsidi tahun 2026 mencapai 9,84 juta ton. Sebanyak 9,55 juta ton dialokasikan untuk sektor pertanian.

"Tahun ini insyaallah pupuk kita aman, kita siapkan 9,8 juta ton. Pemerintah terus memantau ketersediaan pupuk di berbagai daerah," kata Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan dalam keterangan tertulis, Jumat, 5 Juni 2026.

Menko Pangan mengatakan, dirinya mendapat arahan langsung dari Presiden. Pengawasan dilakukan untuk memastikan distribusi pupuk berjalan lancar.

Hingga kini, realisasi penyaluran pupuk bersubsidi telah melampaui 4 juta ton. Distribusi terus dipercepat sesuai kebutuhan musim tanam petani.

Di Kalimantan Barat, penyaluran pupuk bersubsidi mencapai 81.657 ton. Jumlah tersebut setara 44 persen dari total alokasi provinsi.

Pemerintah juga menyederhanakan tata kelola pupuk bersubsidi melalui pemangkasan regulasi. Langkah itu diharapkan mempercepat penyaluran hingga tingkat petani.

Konflik di Timur Tengah dipastikan tidak mengganggu pasokan pupuk nasional. Harga Eceran Tertinggi pupuk bersubsidi juga tetap stabil.

Pemerintah juga menaikkan HPP gabah menjadi Rp6.500 per kilogram. "Petani tidak boleh terus merugi, petani harus mendapatkan kepastian harga," ujarnya.

Rembuk Tani menjadi ruang dialog antara pemerintah dan petani. Forum tersebut dimanfaatkan untuk menyerap aspirasi sektor pertanian.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....