Lahir di Alam Liar, Bayi Orangutan Hasil Rehabilitasi di Aceh

  • 04 Jun 2026 20:33 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Seekor bayi orangutan Sumatera (Pongo abelii) lahir di alam liar
  • Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni kemudian menyematkan nama “Badar” untuk bayi orangutan

RRI.CO.ID, Jakarta - Kabar menggembirakan datang dari Pusat Reintroduksi Orangutan Jantho di Cagar Alam Jantho, Kabupaten Aceh Besar. Seekor bayi orangutan Sumatera (Pongo abelii) lahir di alam liar dari induk bernama Bulan.

Bulan merupakan orangutan hasil rehabilitasi yang telah dilepasliarkan sejak 2018. Kelahiran bayi orangutan berjenis kelamin jantan itu dikonfirmasi tim Post Release Monitoring YEL-SOCP pada 22 Mei 2026.

Saat ditemukan, Bulan terlihat aktif bergerak di tajuk hutan sambil menggendong bayinya. Yang diperkirakan berusia sekitar satu bulan dan dalam kondisi sehat.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni kemudian menyematkan nama “Badar” untuk bayi orangutan tersebut. Nama Badar yang berarti bulan purnama diharapkan menjadi simbol harapan baru bagi kelestarian populasi orangutan Sumatera.

“Kelahiran ini sebagai pembuktian bahwa melalui perlindungan habitat konsisten, kita mampu memulihkan populasi satwa endemik terancam punah. Semoga Badar dapat tumbuh sehat di alam bebas dan membawa secercah harapan baru bagi keberlanjutan ekosistem hutan kita,” kata Raja Juli dalam keterangannya, Kamis, 4 Juni 2026.

Bulan sendiri merupakan orangutan yang diselamatkan dari perdagangan satwa liar di Kutacane, Aceh Tenggara. Yang mana pada 2014 saat masih berusia sekitar dua tahun.

Bulan menjalani rehabilitasi selama empat tahun di Pusat Karantina dan Rehabilitasi Orangutan YEL-SOCP Sibolangit. Setelah itu Bulan dilepasliarkan ke kawasan Jantho pada 2018.

Kepala Balai KSDA Aceh Ujang Wisnu Barata mengatakan kelahiran Badar menjadi bukti keberhasilan program rehabilitasi dan pelepasliaran orangutan. “Keberhasilan seperti ini hanya dapat terus berlanjut apabila habitatnya tetap terlindungi,” ujarnya.

Keberhasilan reproduksi di alam liar menjadi indikator penting, orangutan hasil rehabilitasi mampu beradaptasi, dan berkembang biak. Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya menjaga habitat hutan dan memperkuat perlindungan terhadap satwa liar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....