Apkasi Libatkan Finalis Putri Otonomi Indonesia 2026 dalam Sosialisasi Koperasi

  • 04 Jun 2026 03:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Apkasi membekali 29 finalis Putri Otonomi Indonesia (POI) 2026 dengan wawasan ekonomi kerakyatan melalui audiensi bersama Menteri Koperasi Ferry Juliantono di Jakarta.
  • Menteri Koperasi Ferry Juliantono menilai generasi muda memiliki peran penting dalam membangun citra koperasi sebagai lembaga ekonomi modern yang dekat dengan kalangan milenial dan Gen Z.
  • Apkasi ingin membentuk Putri Otonomi Indonesia yang tidak hanya memahami isu pembangunan daerah, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi dan kepemimpinan yang kuat.

RRI.CO.ID, Jakarta - Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) mendorong para finalis Putri Otonomi Indonesia (POI) 2026 untuk terlibat dalam upaya penguatan ekonomi desa melalui program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Langkah itu dilakukan dengan membawa 29 finalis POI 2026 beraudiensi langsung dengan Menteri Koperasi Ferry Juliantono di Jakarta, Rabu, 3 Juni 2026.

Direktur Eksekutif Apkasi Sarman Simanjorang mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memperluas pemahaman para finalis mengenai program strategis pemerintah. Khususnya, yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.

"Koperasi menjadi salah satu program prioritas pemerintah saat ini. Kami berharap para finalis mendapatkan wawasan yang lebih mendalam dan dapat menyebarluaskan informasi tersebut kepada masyarakat di daerah masing-masing," kata Sarman.

Menurut dia, generasi muda memiliki peran penting dalam memperkenalkan berbagai program pembangunan kepada masyarakat. Karena itu, para finalis POI dinilai dapat menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat, terutama di tingkat daerah.

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Koperasi Ferry Juliantono menjelaskan bahwa Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dirancang sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat di tingkat desa dan kelurahan. Program tersebut diharapkan mampu memperkuat kemandirian ekonomi lokal, sekaligus menciptakan peluang kerja baru.

"Koperasi perlu dipahami sebagai instrumen ekonomi modern yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, kami mengajak generasi muda untuk ikut memperkenalkan dan mengembangkan semangat berkoperasi," ujar Ferry.

Ia menilai para finalis Putri Otonomi Indonesia memiliki posisi strategis untuk membantu menyosialisasikan program tersebut kepada masyarakat, khususnya kalangan muda. Ferry juga mengapresiasi inisiatif Apkasi yang mempertemukan para finalis dengan Kementerian Koperasi.

Menurut dia, kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan generasi muda diperlukan untuk memperluas dampak program pembangunan ekonomi berbasis masyarakat.

Selain mengikuti audiensi di Kementerian Koperasi, para finalis POI 2026 juga mendapatkan pembekalan di bidang komunikasi publik. Mereka mengunjungi studio TVOne di Jakarta untuk mempelajari proses produksi siaran dan meningkatkan kemampuan berbicara di depan publik.

Sarman mengatakan pembekalan tersebut merupakan bagian dari upaya membentuk Putri Otonomi Indonesia yang tidak hanya memahami isu pembangunan daerah. Namun, juga memiliki kemampuan komunikasi yang baik.

"Melalui ajang ini, kami ingin melahirkan generasi muda yang mampu menjadi penggerak pembangunan di daerah. Sekaligus mempromosikan potensi wilayahnya masing-masing," ucapnya.

Audiensi tersebut turut dihadiri Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi, perwakilan Yayasan Putri Otonomi Indonesia, serta Putri Otonomi Indonesia 2025 Salsa Melania Aquina. Program pembekalan bagi finalis POI 2026 menjadi bagian dari rangkaian kegiatan menjelang pemilihan Putri Otonomi Indonesia tahun ini yang diselenggarakan Apkasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....