Waspada Gelombang Laut Tinggi Empat Meter hingga 6 Juni, Ini Penjelasan Rinci BMKG
- 04 Jun 2026 11:38 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan, potensi gelombang tinggi yang berpeluang terjadi di sejumlah perairan Indonesia.
- Gelombang laut diprakirakan mencapai ketinggian antara 2,5 hingga 4 meter.
- Kondisi ini diprediksi berlangsung selama periode 3 hingga 6 Juni 2026.
RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan, potensi gelombang tinggi yang berpeluang terjadi di sejumlah perairan Indonesia. Gelombang laut diprakirakan mencapai ketinggian antara 2,5 hingga 4 meter.
Peringatan tersebut, berlaku untuk beberapa wilayah perairan selatan Indonesia. Kondisi ini diprediksi berlangsung selama periode 3 hingga 6 Juni 2026.
Pelaksana Tugas Direktur Meteorologi Maritim BMKG, Agie Wandala Putra mengatakan, peningkatan gelombang dipengaruhi aktivitas angin yang cukup kuat. Menurutnya, sejumlah wilayah perairan saat ini mencatat kecepatan angin tertinggi dibandingkan kawasan lainnya.
"Kecepatan angin tertinggi terpantau di Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia selatan Banten. Hingga Jawa Timur, Selat Makassar bagian selatan, dan Laut Banda," kata Agie dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, 4 Juni 2026.
BMKG, kata Agie, mencatat pola angin di kawasan selatan Indonesia bergerak secara konsisten dari arah timur hingga tenggara. Kecepatan angin berkisar antara 6 hingga 25 knot.
Kondisi tersebut, ia menuturkan, memicu peningkatan tinggi gelombang di sejumlah wilayah laut Indonesia. Berdasarkan hasil pemantauan BMKG, wilayah yang berpotensi mengalami gelombang hingga 4 meter berada di Samudra Hindia bagian barat Sumatra.
"Area yang perlu mendapat perhatian antara lain perairan Bengkulu dan Lampung. Selain itu, risiko gelombang tinggi juga terdeteksi di kawasan selatan Pulau Jawa," ucap Agie.
Wilayah tersebut, Agie menjelaskan, mencakup perairan selatan Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, hingga Jawa Timur. Pergerakan gelombang itu, juga diperkirakan terus meluas ke arah timur.
Kondisi itu berpotensi menjangkau perairan selatan Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. BMKG meminta masyarakat pesisir meningkatkan kewaspadaan selama periode cuaca maritim tersebut.
Nelayan dan operator transportasi laut juga diminta memperhatikan perkembangan informasi cuaca terbaru. Agie menegaskan bahwa gelombang tinggi dapat menimbulkan ancaman terhadap aktivitas pelayaran.
"Potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran," ujarnya. Karena itu, BMKG mengimbau seluruh pihak terkait untuk melakukan langkah mitigasi sejak dini.
Kesiapsiagaan dinilai penting guna mengurangi risiko kecelakaan maupun gangguan aktivitas di laut. Masyarakat juga disarankan memantau pembaruan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....