Bukan Sekedar Sediakan Makanan, Presiden Tegaskan MBG Investasi SDM Berkualitas
- 04 Jun 2026 08:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Presiden Prabowo menegaskan MBG merupakan investasi besar untuk meningkatkan kualitas SDM Indonesia.
- Program MBG dinilai mampu mengurangi stunting dan meningkatkan peluang pendidikan anak-anak.
- Presiden Prabowo menyebut MBG berpotensi menggerakkan ekonomi desa dan menciptakan hingga tiga juta lapangan kerja.
RRI.CO.ID, Bogor - Presiden Prabowo Subianto menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar program penyediaan makanan bagi anak-anak Indonesia. Menurutnya, program tersebut merupakan investasi besar untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus menggerakkan ekonomi desa.
Presiden mengatakan Program MBG berangkat dari fakta masih banyak anak Indonesia yang berangkat ke sekolah tanpa sarapan atau tidak mendapatkan asupan gizi yang memadai. Kondisi tersebut dinilai berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak.
“Makan bergizi gratis ini konsepnya sangat sederhana. Kenyataannya kita menemukan sebagian anak-anak kita tiap pagi berangkat ke sekolah tidak makan pagi,” kata Presiden Prabowo dalam pidatonya dalam acara Building Indonesia’s Future Generations Through Nutrition di Sentul, Bogor, Rabu, 3 Juni 2026.
Menurut Presiden, kekurangan gizi masih menjadi persoalan serius di sejumlah daerah. Bahkan, terdapat wilayah yang angka kekurangan gizinya mencapai lebih dari 20 persen hingga mendekati 30 persen.
Presiden menjelaskan kondisi tersebut dapat memicu stunting yang berdampak pada perkembangan otak, otot, dan tulang anak. Akibatnya, kemampuan anak untuk berkembang sesuai potensinya menjadi terhambat.
“Yang terjadi adalah apa yang disebut stunting. Sel otak kurang berkembang, sel otot kurang berkembang, dan tulang kurang berkembang,” ujar Presiden.
Presiden menilai dampak kekurangan gizi tidak hanya menyangkut kesehatan, tetapi juga berpengaruh terhadap masa depan pendidikan dan pekerjaan anak-anak. Karena itu, Program MBG menjadi salah satu instrumen penting untuk memutus rantai kemiskinan dan meningkatkan kualitas generasi penerus bangsa.
Presiden menegaskan Badan Gizi Nasional (BGN) memiliki peran strategis dalam memastikan program tersebut berjalan efektif. Menurut Presiden, sejumlah negara maju juga telah menerapkan program serupa sebagai investasi jangka panjang bagi pembangunan manusia.
“Program ini sangat penting. Kalau berhasil, akan menimbulkan kemajuan yang sangat besar untuk ekonomi kita,” kata Presiden Prabowo.
Selain manfaat sosial, Presiden menilai Program MBG akan memberikan dampak ekonomi hingga ke tingkat desa. Operasional dapur MBG diperkirakan mampu menyerap hasil produksi petani, peternak, nelayan, dan pelaku usaha lokal.
Menurut Presiden, kondisi tersebut akan meningkatkan pendapatan masyarakat desa sekaligus memperkuat rantai ekonomi nasional. Petani juga dinilai memperoleh kepastian pasar bagi hasil produksinya.
“Kalau program ini berjalan dengan benar, ekonomi di desa akan hidup. Petani akan meningkat penghasilannya dan hasil keringatnya bisa diserap,” ujar Presiden.
Prabowo optimistis Program MBG mampu menjangkau 83 hingga 85 juta penerima manfaat saat telah berjalan penuh. Ia juga memperkirakan program tersebut dapat menciptakan sekitar tiga juta lapangan kerja baru, baik formal maupun di sektor ekonomi pedesaan.
“Uang yang beredar di desa akan sangat besar. Saya yakin dan saya percaya program ini akan berhasil,” ucap Presiden.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....