KSOP Kelas II Benoa Kolaborasi Dukung Peringatan Hari Laut Sedunia 2026
- 04 Jun 2026 09:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Denpasar – Komitmen menjaga keberlanjutan laut Bali terus mendapat suntikan amunisi baru menjelang peringatan Hari Laut Sedunia (World Ocean Day) 2026. Sejumlah elemen yang dimotori Kawan Alam Indonesia, Himpunan Mahasiswa Ilmu Kelautan (Himalisa) Universitas Udayana, dan POSSI Bali menggelar audiensi strategis dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Benoa pada Rabu, 3 Juni 2026.
Pertemuan ini menjadi langkah awal pemanasan sebelum digelarnya agenda kolaboratif bertajuk “Beyond the Ocean: Reimagining Bali's Marine Future” pada 11 Juni 2026 mendatang. Acara ini dirancang untuk memperingati Hari Laut Sedunia, sekaligus dirangkai dengan Pelantikan dan Pengukuhan Jala Dwipa Raksaka POSSI Bali.
Sinergi lintas sektor ini kian solid dengan hadirnya Kabagbinopsnal Ditpolairud Polda Bali, AKBP I G.A. Purnama Wirahadi, S.T. Mereka menegaskan dukungannya terhadap penguatan keselamatan laut, konservasi pesisir, serta peningkatan kesadaran masyarakat.
Kedatangan rombongan disambut hangat oleh Kepala Seksi Status Hukum dan Sertifikasi Kapal KSOP Kelas II Benoa, Capt. Agus Hermawan Susiloharto, S.Si.T., MM, bersama Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Dian Minarto. Di hadapan jajaran KSOP, para inisiator memaparkan visi besar acara yang membidik kolaborasi total antara pemerintah, akademisi, aparat penegak hukum, pegiat lingkungan, hingga masyarakat umum.
Paradigm Baru dan Isu Strategis
Mengusung tema besar masa depan laut Bali, gerakan ini ingin mendobrak cara pandang lama. Pengelolaan laut kini tidak boleh lagi sekadar bertumpu pada eksploitasi sumber daya, melainkan harus menyeimbangkan aspek konservasi, keselamatan maritim, edukasi, inovasi, hingga implementasi ekonomi biru yang berkelanjutan.
Nantinya, forum tersebut akan mengupas tuntas sejumlah isu krusial. Sejumlah isu adalah sebagai berikut:
Restorasi ekosistem laut (terumbu karang, mangrove, dan padang lamun).
Peningkatan literasi kelautan bagi generasi muda.
Pengembangan olahraga selam yang aman dan bertanggung jawab.
Penguatan kolaborasi multipihak demi keselamatan aktivitas maritim.
Bukan sekadar menjadi ruang diskusi di atas kertas, “Beyond the Ocean” juga ditargetkan mampu melahirkan aksi nyata. Aksi itu mulai program pelestarian lingkungan pesisir hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal lewat pendekatan pembangunan berkelanjutan.
Sambutan Positif Stakeholder
Inisiatif segar ini langsung mendapat lampu hijau dari KSOP Kelas II Benoa. Pihak otoritas pelabuhan menilai gerakan ini sangat strategis untuk mengerek kesadaran publik terhadap isu kemaritiman, sekaligus sejalan dengan visi besar pembangunan sektor kelautan nasional.
Apresiasi senada juga datang dari Ditpolairud Polda Bali. AKBP I.G.A. Purnama Wirahadi menekankan pelibatan aktif berbagai elemen masyarakat. Itu adalah kunci utama dalam membangun budaya maritim yang kuat, aman, dan bertanggung jawab di wilayah perairan Pulau Dewata.
Pertemuan yang berlangsung hangat dan konstruktif tersebut ditutup dengan kesepakatan penting. KSOP Kelas II Benoa menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung, berkolaborasi, dan membuka ruang koordinasi yang lebih luas demi menyukseskan gelaran “Beyond the Ocean: Reimagining Bali's Marine Future”.
Dukungan kolektif ini diharapkan menjadi modal kuat untuk memastikan kondusivitas laut Bali. Kondusivitas itu adalah tetap sehat, aman, produktif, dan lestari bagi generasi masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....