Yenny Wahid Tekankan Pentingnya Refleksi Awal Tahun

  • 10 Jan 2026 08:31 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Direktur The Wahid Institute, Yenny Wahid, menekankan pentingnya refleksi di awal tahun 2026. Menurutnya pengalaman tahun lalu mengajarkan setiap orang untuk menyiapkan langkah agar tahun ini lebih baik.

Ia juga menyebut momen refleksi sebagai upaya membangun keselamatan secara menyeluruh bagi manusia dan lingkungan. Yenny menegaskan keselamatan bukan sesuatu yang bisa ditunggu, melainkan harus diupayakan secara aktif.

“Dalam refleksi awal tahun ini, ketika kita bicara keselamatan, yakni bagaimana kemudian kita bisa membawa keselamatan. Kita bisa menjadi alat Tuhan untuk membawa keselamatan, baik bagi diri kita sendiri maupun untuk sesama kita dan bagi dunia,” kata Yenny dalam sambutannya di acara Syukur Awal Tahun PGI 2026, di GRHA Oikoumene, Jakarta, Jumat (9/1/2025).

Selain itu, menurut Yenny refleksi juga mencakup perilaku, lisan, relasi dengan sesama manusia, serta tanggung jawab terhadap lingkungan hidup. “Mewujudkan keselamatan artinya menata tingkah laku, lisan, dan hubungan kita dengan semua pihak,” ucapnya.

Yenny menilai bencana akhir tahun 2025 bukan hukuman, melainkan panggilan untuk menata ulang hubungan manusia dengan alam. Ia mengajak masyarakat berpikir positif dan menempatkan lingkungan sebagai bagian dari keselamatan.

Ia menekankan keselamatan harus dibawa dengan cara yang baik, tanpa memaksakan keyakinan kepada orang lain. Menurutnya, niat baik bisa salah arah jika memaksa orang lain mengikuti cara kita sendiri.

“Jadi ke depan saya berharap bahwa kita semua menyelamatkan manusia yang lainnya bukan dengan cara memaksa mereka untuk mengikuti keyakinan kita. Tetapi juga menghormati haknya untuk berbeda, untuk punya jalan yang berbeda dalam mencari keselamatan yang masing-masing,” kata Yenny.

Dalam kesempatan yang sama, Staf Khusus Menteri Agama, Gugun Gumilar, menegaskan ekoteologi menjadi program prioritas Kementerian Agama tahun 2026. Menurutnya, program tersebut menekankan keimanan yang berdampak nyata terhadap kepedulian lingkungan hidup.

Menurut Gugun, ajaran agama mengajarkan manusia untuk menjaga dan merawat lingkungan secara bertanggung jawab. “Saya mengutip ayat kejadian, Tuhan memberikan mandat kepada manusia untuk memelihara lingkungan,” ujarnya.

Ia mengajak seluruh umat beragama bekerja sama menjaga lingkungan agar tetap sehat dan terhindar dari bencana. Upaya tersebut dinilai penting untuk mencegah banjir serta berbagai potensi bencana lainnya kembali terulang.

Gugun menegaskan kerukunan antarumat beragama menjadi salah satu kunci menjaga lingkungan dan masa depan bangsa. “Kami akan selalu merawat, menjaga kerukunan, agar kita semuanya mencapai Indonesia emas 2045 dengan kerukunan dan kedamaian,” kata Gugun.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....