Pelemahan Rupiah Jadi Momentum Dorong Pariwisata Nasional
- 03 Jun 2026 16:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pelemahan rupiah dinilai meningkatkan daya tarik Indonesia bagi wisatawan mancanegara karena biaya wisata menjadi lebih terjangkau.
- Dampak positif belum dirasakan merata, dengan daerah yang memiliki aksesibilitas baik lebih cepat memperoleh manfaat.
- Pelaku industri mengingatkan bahwa pelemahan rupiah juga dapat meningkatkan biaya operasional hotel dan restoran yang bergantung pada produk impor.
RRI.CO.ID, Jakarta - Pelemahan nilai tukar rupiah dinilai membuka peluang bagi sektor pariwisata nasional. Biaya berwisata yang lebih murah menarik minat wisatawan mancanegara berkunjung ke Indonesia.
Namun dampaknya belum dirasakan merata di seluruh daerah tujuan wisata. Faktor aksesibilitas dan karakter pasar menjadi penentu utama peningkatan kunjungan wisatawan.
Anggota Bidang Etik DPP Insan Pariwisata Indonesia, I Gede Gunanta, menilai peluang terbesar berada di wilayah tertentu. Destinasi yang dekat dengan negara tetangga dinilai lebih cepat merasakan dampaknya.
"Jakarta bisa diuntungkan karena dekat dengan Singapura dan banyak penerbangan langsung. Wisatawan asing memperoleh biaya perjalanan yang lebih murah," kata Gede Gunanta.
Menurut Gede, kondisi tersebut belum berdampak signifikan terhadap pariwisata Lombok. Kunjungan wisatawan asing masih relatif stabil di sejumlah destinasi unggulan.
"Data yang kami himpun menunjukkan belum ada peningkatan yang nyata. Kawasan Gili masih belum merasakan dampak signifikan," ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PHRI, Maulana Yusran, melihat pelemahan rupiah memberi keuntungan dari sisi pasar. Wisatawan asing memiliki daya beli lebih tinggi selama berada di Indonesia.
"Pelemahan rupiah menjadi daya tarik bagi wisatawan mancanegara untuk datang. Mereka bisa membelanjakan uang lebih banyak selama berwisata," kata Maulana Yusran.
Meski demikian, Maulana mengingatkan dampak pelemahan rupiah tidak selalu positif bagi industri. Sejumlah hotel dan restoran masih bergantung pada bahan baku impor.
"Pelemahan rupiah juga meningkatkan biaya operasional sebagian pelaku usaha. Industri pariwisata harus melihat kondisi ini dari dua sisi," ucapnya.
Kedua narasumber sepakat promosi destinasi perlu terus diperkuat oleh pemerintah. Akses transportasi juga harus ditingkatkan untuk mendorong pemerataan kunjungan wisatawan. (Agnes Claudia Ohoira).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....