Realisasi 576 Ribu Barel, SKK Migas Proyeksi Lifting Minyak Naik Akhir 2026

  • 03 Jun 2026 14:16 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menyebut realisasi lifting minyak saat ini mencapai 576 ribu barel per hari.
  • SKK Migas memproyeksikan lifting minyak 2026 meningkat menjadi 600-610 ribu barel per hari.
  • Target tersebut diharapkan tercapai hingga akhir 2026.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengatakan realisasi lifting minyak saat ini sekitar 576 ribu barel per hari. Hingga akhir 2026, lifting minyak diproyeksikan mencapai 600 ribu hingga 610 ribu barel per hari.

"Untuk lifting minyak 2026, kami saat ini realisasinya 576 ribu barel per hari. Outlook sampai dengan akhir tahun sekitar 600 ribu sampai 610 ribu barel per hari," ujar Djoko dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu.

Djoko mengatakan lifting minyak pada 2027 diperkirakan berada pada kisaran 610 ribu hingga 615 ribu barel per hari. Proyeksi tersebut didukung berbagai program peningkatan produksi migas.

SKK Migas juga menjalankan strategi Filling the Gap untuk menambah produksi minyak. Program tersebut ditargetkan memberikan tambahan produksi hingga 5.000 barel per hari.

Selain itu, pengelolaan sumur masyarakat terus dioptimalkan melalui BUMD dan UMKM. Produksinya saat ini mencapai sekitar 1.500 barel per hari.

Djoko berharap dukungan DPR untuk percepatan perizinan dan pelaksanaan proyek strategis migas. Dukungan tersebut dinilai penting untuk menjaga target produksi nasional.

"Untuk mencapai target 610, kami mohon dukungan, mohon bantuan Bapak-Ibu. Yang pertama adalah beberapa proyek kami sedang mengusulkan sebagai proyek strategis nasional,” kata Djoko.

Sementara itu, Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya menilai capaian produksi minyak bumi pada kuartal I 2026 cukup baik. Capaian tersebut diraih di tengah dinamika geopolitik dan berbagai kendala teknis sektor hulu migas.

Bambang mengatakan produksi migas pada kuartal I 2026 mencapai sekitar 572 ribu barel setara minyak per hari. Produksi tersebut terdiri atas minyak bumi, kondensat, dan NGL.

"Apabila dibandingkan dengan target lifting minyak bumi pada APBN 2026 sebesar 610.000 barel per hari. Maka pencapaian produksi minyak bumi pada kuartal I tahun 2026 menggambarkan kinerja yang cukup baik dan optimis di tengah isu geopolitik,” ujar Bambang.

Menurut Bambang, optimisme peningkatan produksi masih terbuka hingga 2027. Sejumlah proyek migas baru juga dijadwalkan mulai berproduksi pada 2026.

Proyek tersebut antara lain peningkatan produksi kondensat PHE ONWJ. Selain itu, terdapat tambahan produksi dari JOB Pertamina Medco Tomori.

Peningkatan produksi juga diharapkan berasal dari sumur Sidingin dan Minas. Bambang juga menyebut proyek pengembangan Pertamina EP di Jambi dan peningkatan produksi Energi Mega Persada.

"Oleh karena itu, optimisme peningkatan produksi minyak bumi akan terus berlangsung hingga tahun 2027. Mengingat pada tahun 2026 direncanakan ada proyek on-stream peningkatan jumlah produksi kondensat," kata Bambang.

Dalam rapat tersebut, Komisi XII DPR meminta penjelasan SKK Migas terkait lifting migas 2026. DPR juga meminta proyeksi produksi dan cost recovery untuk 2027.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....