Kementrans dan SKK Migas Kerja Sama Eksplorasi Migas Transmigrasi Samboja
- 04 Mei 2026 21:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian Transmigrasi
- SKK Migas
- Kawasan Transmigrasi
- Eksplorasi
- Transmigrasi Samboja
- Menteri Iftitah
- Swasembada Energi
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Transmigrasi (Kementrans) dan Satuan Kerja Khusus Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) melakukan kerja sama eksplorasi migas. Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menyatakan, eksplorasi 13 sumur baru dilakukan di kawasan transmigrasi Samboja, Kalimantan Timur.
Hal ini disampaikannya dalam penandatanganan kerjasama dengan Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto dan Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS). Menteri Iftitah menyebut, pengembangan potensi 13 sumur baru migas tersebut berlokasi di area Hak Pengelolaan Lahan (HPL).
"Kementerian Transmigrasi bersama SKK Migas akan menyumbang dalam swasembada energi untuk memenuhi kebutuhan minyak. Hak Pengelolaan Lahannya masih tetap milik Kementerian Transmigrasi," kata Menteri Iftitah di Gedung Makarti Muktitama Kementrans Kalibata, Jakarta, pada Senin 4 Mei 2026.
Menteri Iftitah memaparkan, pihak PHSS telah mengelola sebanyak 79 sumur yang berlokasi di area HPL kawasan transmigrasi Samboja. Dimana selanjutnya diketahui terdapat temuan 13 sumur migas baru yang juga berlokasi di HPL kawasan transmigrasi Samboja.
Kementrans dan SKK Migas melakukan kesepakatan pemanfaatan HPL transmigrasi untuk mengembangkan sumur migas dengan Hak Pakai. Dimana hak pakai merupakan hak untuk menggunakan atau memungut hasil dari tanah milik negara dalam jangka waktu tertentu.
"Nanti ada kerja sama yang win win antara SKK Migas dengan Kementerian Transmigrasi. Kami sepakat bahwa opsi yang dipilih adalah pemanfaatan HPL transmigrasi," ucapnya.
Menteri Iftitah menegaskan, Pemerintah telah menghadirkan pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan transmigrasi melalui sektor strategis migas. Menurutnya, kerjasama di sektor migas tersebut memiliki dampak ekonomi yang besar bagi kawasan transmigrasi.
Seperti pembangunan infrastruktur dasar oleh industri yang turut mengembangkan sumur migas. Serta, pembukaan lapangan kerja, hingga tumbuhnya usaha kecil di sekitar sumur migas.
“Hari ini pula adalah babak penting dari proses transformasi transmigrasi. Kemudian, kita bisa mencetak pusat pertumbuhan ekonomi baru,” ujarnya.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian Transmigrasi tersebut. Menurutnya, kerjasama di sektor strategis migas untuk memanfaatkan lahan kawasan transmigrasi demi kepentingan cadangan energi dan masyarakat transmigran.
“Minyak dan gas bumi sangat dibutuhkan masyarakat, kita mencari minyak di luar pun tidak mudah. Kalaupun ada juga harganya mahal, ini sangat strategis,” jelas Djoko.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....