Kuartal I 2026, Komisi XII DPR RI Nilai Produksi Minyak Bumi Cukup Baik

  • 03 Jun 2026 13:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya menilai capaian produksi minyak bumi kuartal I 2026 cukup baik.
  • Produksi migas kuartal I 2026 mencapai sekitar 572 ribu barel setara minyak per hari.
  • Produksi tersebut terdiri atas minyak bumi, kondensat, dan NGL.

RRI.CO.ID, Jakarta - Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya menilai capaian produksi minyak bumi pada kuartal I 2026 cukup baik. Capaian tersebut diraih di tengah dinamika geopolitik dan berbagai kendala teknis sektor hulu migas.

Bambang mengatakan produksi migas pada kuartal I 2026 mencapai sekitar 572 ribu barel setara minyak per hari. Produksi tersebut terdiri atas minyak bumi, kondensat, dan Natural Gas Liquids (NGL).

"Apabila dibandingkan dengan target lifting minyak bumi pada APBN 2026 sebesar 610.000 barel per hari. Maka pencapaian produksi minyak bumi pada kuartal I tahun 2026 menggambarkan kinerja yang cukup baik dan optimis di tengah isu geopolitik,” ujar Bambang dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Kepala SKK Migas di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu, 3 Juni 2026.

Menurut Bambang, optimisme peningkatan produksi masih terbuka hingga 2027. Sejumlah proyek migas baru juga dijadwalkan mulai berproduksi pada 2026.

Proyek tersebut antara lain peningkatan produksi kondensat PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ). Selain itu, terdapat tambahan produksi dari JOB Pertamina Medco Tomori.

Peningkatan produksi juga diharapkan berasal dari sumur Sidigin dan Minas. Bambang juga menyebut proyek pengembangan Pertamina EP di Jambi dan peningkatan produksi Energi Mega Persada.

"Oleh karena itu, optimisme peningkatan produksi minyak bumi akan terus berlangsung hingga tahun 2027. Mengingat pada tahun 2026 direncanakan ada proyek on-stream peningkatan jumlah produksi kondensat," kata Bambang.

Dalam rapat tersebut, Komisi XII DPR meminta penjelasan SKK Migas terkait lifting migas 2026. DPR juga meminta proyeksi produksi dan cost recovery untuk 2027.

Sementara itu, Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengatakan realisasi lifting minyak saat ini sekitar 576 ribu barel per hari. Hingga akhir 2026, lifting minyak diproyeksikan mencapai 600 ribu hingga 610 ribu barel per hari.

"Untuk lifting minyak 2026, kami saat ini realisasinya 576 ribu barel per hari. Outlook sampai dengan akhir tahun sekitar 600 ribu sampai 610 ribu barel per hari," ujar Djoko.

Djoko mengatakan lifting minyak pada 2027 diperkirakan berada pada kisaran 610 ribu hingga 615 ribu barel per hari. Proyeksi tersebut didukung berbagai program peningkatan produksi migas.

SKK Migas juga menjalankan strategi Filling the Gap untuk menambah produksi minyak. Program tersebut ditargetkan memberikan tambahan produksi hingga 5.000 barel per hari.

Selain itu, pengelolaan sumur masyarakat terus dioptimalkan melalui BUMD dan UMKM. Produksinya saat ini telah mencapai sekitar 1.500 barel per hari.

Djoko berharap dukungan DPR untuk percepatan perizinan dan pelaksanaan proyek strategis migas. Dukungan tersebut dinilai penting untuk menjaga target produksi nasional

"Untuk mencapai target 610, kami mohon dukungan, mohon bantuan Bapak-Ibu. Yang pertama adalah beberapa proyek kami sedang mengusulkan sebagai proyek strategis nasional,” kata Djoko.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....