Menteri ESDM Paparkan Target Lifting Energi Nasional 2026

  • 22 Jan 2026 17:18 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memaparkan target 2026 dengan fokus peningkatan lifting minyak dan keberlanjutan program biodiesel. Ia menyebut dalam RAPBN target lifting minyak 2026 ditetapkan sebanyak 610 ribu barel per hari.

Bahlil menjelaskan peningkatan lifting ditempuh melalui reaktivasi sumur tua masyarakat di berbagai daerah. Ia menambahkan, percepatan izin, intervensi teknologi, serta percepatan POD menjadi langkah utama peningkatan produksi.

“Sebanyak 40 ribu lebih sumur masyarakat sebagian sudah keluar izinnya, seperti di Jambi, di Sumsel (Sumatra Selatan) sekarang di Jawa Tengah. Sekarang kita mempercepat proses perizinannya agar mereka juga bisa memberikan kontribusi terhadap peningkatan lifting,” katanya dalam Rapat Kerja Komisi XII DPR RI bersama Menteri ESDM, di Komplek Parlemen, Kamis, 22 Januari 2026.

Ia juga menyampaikan program listrik desa terus diperkuat untuk memenuhi target ‘seluruh desa berlistrik 2029’. Ia menegaskan kebijakan tersebut menjadi arahan langsung Presiden dalam strategi energi nasional ke depan.

“Program strategi kita energi ke depan adalah program listrik desa kita kembangkan terus. Karena target bapak Presiden yang memberitakan kepada kami 2029 seluruh desa dan dusun harus semuanya selesai,” ujarnya.

Menteri ESDM juga menargetkan 2026 tidak lagi mengimpor solar, karena terjadi surplus produksi 1,4 juta kiloliter. Ia menjelaskan impor C51 masih dilakukan semester pertama sambil menyiapkan konversi dan penyesuaian mesin.

Untuk bensin, Bahlil menyebut pemerintah merancang 2027 tidak lagi melakukan impor RON 92,95 dan 98 secara bertahap. Ia menyebut perencanaan ini akan diselesaikan pada akhir 2027 sesuai target pemerintah nasional agar impor berkurang.

“Tahun 2026 ini juga telah kita merancang untuk 2027 tidak lagi kita melakukan impor bensin yang Ron 92, 93, 95. Nah ini kita akan selesaikan nanti di akhir 2027, supaya kita tidak lagi terlalu banyak mengimpor produk,” katanya.

Sementara itu, untuk avtur, Bahlil menyatakan kelebihan solar akan dikonversi menjadi bahan baku pembangunan avtur nasional 2027. “Kami dengan Pertamina bekerja keras agar kelebihan solar yang 1,4 juta dikonversi menjadi bahan baku dalam membangun avtur,” ucapnya.

Bahlil menyebut anggaran ESDM 2026 setelah efisiensi menjadi 9,34 triliun rupiah. Ia menegaskan dana tersebut difokuskan untuk listrik desa, pembangunan pipa, jargas, serta program-program kerakyatan lainnya.

“Setelah dilakukan efisiensi penyisiran dari Kementerian Keuangan tinggal 9,34 triliun rupiah dan ini kita dorong. Untuk membangun listrik desa, kemudian kita bangun pipa, kemudian jargas dan beberapa program-program kerakyatan lainnya,” ujarnya.

Di kesempatan yang sama, Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya menyebut sektor energi dan sumber daya mineral merupakan pilar strategis nasional. Ia menyebut peran tersebut mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, menjaga ketahanan energi, serta mewujudkan pembangunan berkelanjutan.

“Energi dan sumber daya mineral merupakan pilar strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Menjaga ketahanan energi nasional, serta mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan,” ucapnya saat membuka Rapat Kerja Komisi XII DPR RI bersama Menteri ESDM, di Komplek Parlemen, Kamis, 22 Januari 2026.

Menurutnya, tahun 2025 penting untuk meninjau capaian pelaksanaan kebijakan program Kementerian ESDM secara menyeluruh nasional. Komisi XII DPR RI menilai sepanjang 2025 pelaksanaan program Kementerian ESDM menunjukkan capaian yang positif.

“Komisi 12 DPR RI mencermati bahwa secara umum pelaksanaan program Kementerian ESDM RI sepanjang tahun 2025 menunjukkan capaian yang positif,” ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....