Mengapa Hari Sepeda Sedunia Diperingati Setiap 3 Juni? Ini Penjelasannya
- 03 Jun 2026 12:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Hari Sepeda Sedunia diperingati setiap 3 Juni sejak ditetapkan Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 2018.
- Profesor Leszek Sibilski menjadi penggagas penetapan Hari Sepeda Sedunia yang disetujui 193 negara anggota PBB.
- Peringatan ini mendorong penggunaan sepeda sebagai transportasi sehat, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Hari Sepeda Sedunia atau World Bicycle Day diperingati setiap 3 Juni di berbagai negara. Peringatan tersebut menjadi kampanye global untuk kesehatan, kesetaraan sosial, dan transportasi ramah lingkungan.
Momentum tersebut tidak hanya mengajak masyarakat berolahraga menggunakan sepeda. Hari Sepeda Sedunia juga mendorong penggunaan transportasi berkelanjutan di tengah tantangan perubahan iklim.
Sejarah Hari Sepeda Sedunia
Melansir laman United Nations, Hari Sepeda Sedunia lahir dari gagasan Profesor Leszek Sibilski. Sosiolog asal Polandia tersebut mengampanyekan pentingnya sepeda melalui berbagai kegiatan akademis dan sosial.
Sibilski mendorong Perserikatan Bangsa-Bangsa menetapkan hari khusus untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Menurutnya, sepeda merupakan alat transportasi universal yang andal dan berkelanjutan.
Ia menilai sepeda telah melayani kebutuhan manusia selama lebih dari dua abad. Kendaraan tersebut juga menjadi sarana mobilitas yang mudah dijangkau berbagai kalangan.
Upaya tersebut membuahkan hasil pada 12 April 2018. Sebanyak 193 negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa mengadopsi resolusi Hari Sepeda Sedunia.
Melalui resolusi tersebut, tanggal 3 Juni ditetapkan sebagai Hari Sepeda Sedunia. Sejak saat itu, peringatan tersebut dirayakan setiap tahun di berbagai negara.
Alasan PBB Menetapkan Hari Sepeda Sedunia
Perserikatan Bangsa-Bangsa memilih sepeda sebagai simbol global pembangunan berkelanjutan. Kendaraan tersebut dinilai mendukung pencapaian Sustainable Development Goals atau SDGs.
Sepeda tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi sehari-hari. Kendaraan roda dua tersebut juga mendukung aktivitas olahraga dan kegiatan ekonomi masyarakat.
Selain itu, sepeda dianggap sebagai simbol kesetaraan sosial yang inklusif. Penggunaannya tidak mengenal batas usia, gender, maupun status ekonomi.
Kemudahan akses membuat sepeda dapat digunakan masyarakat di berbagai wilayah. Bahkan, kendaraan tersebut tetap bermanfaat bagi masyarakat yang tinggal di daerah terpencil.
Tujuan Hari Sepeda Sedunia
Hari Sepeda Sedunia membawa pesan penting mengenai gaya hidup aktif atau active mobility. Peringatan ini mengajak masyarakat mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan bermotor.
Penggunaan sepeda dinilai mampu membantu menekan emisi karbon secara signifikan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menghadapi perubahan iklim global.
Mengganti satu perjalanan menggunakan mobil dengan sepeda dapat mengurangi jejak karbon individu. Kebiasaan tersebut juga membantu mengurangi polusi udara di kawasan perkotaan.
Selain bermanfaat bagi lingkungan, bersepeda memiliki dampak positif bagi kesehatan masyarakat. Aktivitas tersebut membantu menurunkan risiko penyakit jantung dan mengurangi tingkat stres.
Dorongan Infrastruktur Ramah Pesepeda
Hari Sepeda Sedunia juga menjadi pengingat bagi pemerintah di berbagai negara. Peringatan tersebut mendorong pembangunan infrastruktur yang aman bagi pesepeda.
Keberadaan jalur sepeda yang nyaman dinilai penting untuk meningkatkan minat masyarakat. Infrastruktur tersebut mendukung mobilitas yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Di tengah meningkatnya perhatian terhadap isu lingkungan, sepeda kembali mendapat sorotan dunia. Kendaraan tersebut dianggap sebagai solusi transportasi bebas emisi yang mudah diakses masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....