Profile Nanik, dari Jurnalis hingga jadi Kepala BGN

  • 02 Jun 2026 21:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Presiden Prabowo Subianto menunjuk Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional.
  • Penunjukan dilakukan setelah pemberhentian Dadan Hindayana dari jabatannya.
  • Nanik sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BGN yang menangani bidang komunikasi publik dan investigasi.

RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menunjuk Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Penunjukan dilakukan setelah pemberhentian Dadan Hindayana dari jabatannya.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengumumkan keputusan tersebut di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 2 Juni 2026. "Untuk selanjutnya, Bapak Presiden memutuskan mengangkat Saudari Nanik S Deyang akan menjabat sebagai Kepala BGN," kata Prasetyo.

Sebelum dipercaya memimpin BGN, Nanik menjabat sebagai Wakil Kepala BGN yang menangani bidang komunikasi publik dan investigasi. Jabatan tersebut diembannya sejak September 2025.

Nanik lahir di Madiun, Jawa Timur, pada 3 Januari 1968. Karier profesionalnya dimulai sebagai wartawan Tabloid Bangkit.

Pengalamannya berkembang tidak hanya di ruang redaksi. Nanik juga menempati berbagai posisi manajerial perusahaan media nasional.

Berdasarkan Data Pers 2014, ia pernah memimpin majalah Femme. Nanik juga menjadi direktur utama tabloid Info Kecantikan.

Selain itu, ia menjabat komisaris sejumlah media. Di antaranya Info Kuliner, Peluang Usaha, dan The Politic.

Pengalaman panjang di dunia jurnalistik membentuk pemahamannya terhadap isu publik. Ia aktif mengikuti persoalan sosial, ekonomi, dan politik.

Nanik juga terlibat dalam berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat. Program tersebut berfokus pada pengentasan kemiskinan dan kesejahteraan sosial.

Namanya semakin dikenal setelah bergabung dalam tim pemenangan Prabowo. Pada Pilpres 2019, ia menjadi Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN).

Setelah Pilpres 2024, Nanik masuk dalam jajaran pemerintahan. Ia dilantik sebagai Wakil Kepala BP Taskin periode 2024-2029.

Pada Juni 2025, Nanik dipercaya menjadi komisaris independen Pertamina. Penunjukan itu menambah rekam jejaknya di sektor strategis.

Beberapa bulan kemudian, ia diangkat menjadi Wakil Kepala BGN. Jabatan tersebut diemban sejak September 2025.

Di luar kiprah profesionalnya, Nanik pernah menjadi perhatian publik. Namanya sempat muncul dalam penyelidikan kasus Ratna Sarumpaet pada 2018.

Kini, Nanik menghadapi tantangan baru di Badan Gizi Nasional. Fokus utamanya mengawal program gizi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....