DPR: Hubungan Megawati dan Prabowo Harmonis, Contoh Redam Polarisasi
- 02 Jun 2026 12:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- hubungan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri berlangsung harmonis menjadi contoh sikap kenegarawanan
- kondisi geopolitik dan geoekonomi dunia saat ini menuntut adanya soliditas dan kebersamaan di antara tokoh-tokoh bangsa
RRI.CO.ID, Jakarta - Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman menyatakan, hubungan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri berlangsung harmonis. Hubungan ini menjadi contoh sikap kenegarawanan dalam menjaga persatuan bangsa.
“Bu Mega walaupun partainya di luar pemerintahan, tetap menunjukkan sikap elegan sebagai negarawan. Beliau menghormati Pak Prabowo sebagai presiden yang saat ini menjabat,” kata Habiburokhman kepada wartawan di Kompel Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa, 2 Juni 2026.
Ia mengatakan, kritik yang disampaikan kader-kader PDI Perjuangan di parlemen merupakan hal yang wajar dalam sistem demokrasi. Namun, menurutnya, Megawati tetap menunjukkan komitmen untuk menjaga persatuan nasional dan menghindari polarisasi politik.
Habiburokhman menilai sikap Megawati berbeda dengan sejumlah pihak yang dinilai kerap memperkeruh perbedaan pandangan politik. Ia menyebut, Megawati justru berupaya membatasi polarisasi agar masyarakat tidak terus terkotak-kotak.
Saat ditanya mengenai hubungan Megawati dan Prabowo, Habiburokhman menegaskan komunikasi keduanya tetap terjalin dengan baik. “Saya sendiri sejak Pak Prabowo belum menjadi presiden hingga sekarang sering menjadi saksi bagaimana beliau-beliau masih menjalin komunikasi baik,” katanya.
Sementara, Wakil Ketua Komisi II DPR RI Bahtra Banong menilai keakraban keduanya merupakan pesan positif bagi publik. Hal ini karena para pemimpin nasional tetap mengedepankan persatuan di tengah berbagai tantangan global.
Menurut Bahtra, kondisi geopolitik dan geoekonomi dunia saat ini menuntut adanya soliditas dan kebersamaan di antara tokoh-tokoh bangsa. “Di saat tantangan global, geopolitik, dan geoekonomi membutuhkan persatuan, para pemimpin kita justru menunjukkan kebersamaan,” kata Bahtra.
Ia menyebut kebersamaan tersebut tidak hanya terlihat dalam hubungan Prabowo dan Megawati. Tetapi juga dalam relasi Presiden dengan sejumlah tokoh nasional lainnya.
Menanggapi pertanyaan mengenai kemungkinan PDIP bergabung ke pemerintahan, Bahtra tidak memberikan jawaban tegas. Namun ia menyoroti bahwa kader-kader PDIP selama ini tetap mendukung berbagai program yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat.
“Sampai hari ini teman-teman PDIP selalu mendukung program-program prioritas Presiden Prabowo. Terutama yang menyangkut kepentingan rakyat banyak,” ujarnya.
Ia juga menegaskan Prabowo terbuka terhadap kritik yang disampaikan PDIP maupun pihak lain. Menurutnya, kritik merupakan bagian penting dalam demokrasi dan menjadi masukan bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....