Usai Insiden Kandang Gajah, Ragunan Diminta Tambah Petugas

  • 02 Jun 2026 13:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Anggota DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth meminta Ragunan menambah jumlah petugas keamanan dan pengawas untuk meningkatkan keselamatan pengunjung.
  • Kenneth menilai insiden anak terjatuh ke kandang gajah harus menjadi evaluasi serius, dengan penguatan patroli serta pengawasan aktif di area wisata.
  • Pengelola Ragunan menyebut insiden diduga terjadi akibat kurangnya pengawasan orang tua, sementara keluarga korban terlihat melewati batas pagar pengamanan yang tersedia.

RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth meminta pengelola Taman Margasatwa Ragunan menambah jumlah petugas pengawas. Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan pengawasan dan menjamin keselamatan pengunjung terutama anak-anak serta keluarga.

Ia menilai kejadian terjatuhnya anak kecil ke kandang gajah perlu menjadi evaluasi serius. Menurutnya, kawasan wisata dengan jumlah pengunjung tinggi membutuhkan pengawasan memadai untuk mencegah terulangnya insiden serupa.

"Jumlah petugas keamanan dan petugas pengawas harus disesuaikan dengan tingkat kunjungan terutama saat terjadi lonjakan pengunjung. Penambahan personel diperlukan ketika akhir pekan, hari libur nasional, maupun masa liburan sekolah berlangsung." ujarnya dalam keterangan pers yang diterima RRI, Selasa, 2 Juni 2026.

Ia menegaskan kehadiran petugas yang aktif berpatroli memiliki peran penting dalam menjaga keselamatan pengunjung. Selain melakukan pengawasan, petugas juga perlu memberikan imbauan langsung kepada masyarakat selama berada di kawasan.

Menurutnya, langkah preventif melalui patroli rutin dapat membantu meminimalkan risiko kecelakaan di area wisata. Pengawasan aktif juga dinilai mampu mencegah pengunjung melakukan tindakan berbahaya di sekitar kandang satwa.

"Kehadiran petugas yang aktif melakukan patroli dan memberikan imbauan langsung sangat penting bagi keselamatan pengunjung. Langkah preventif tersebut dapat membantu meminimalkan risiko kecelakaan selama masyarakat berada di kawasan wisata." katanya.

Ia mengaku prihatin atas insiden yang menimpa seorang anak di area kandang gajah Ragunan. Kenneth menegaskan keselamatan serta kondisi kesehatan korban harus menjadi perhatian utama seluruh pihak terkait.

Menurutnya, kejadian tersebut tidak boleh dianggap sebagai insiden biasa yang segera dilupakan setelah terjadi. Peristiwa itu harus menjadi momentum memperkuat standar keselamatan pada seluruh fasilitas publik yang ramai pengunjung.

"Saya sangat prihatin atas terjadinya insiden ini dan berharap korban segera mendapatkan penanganan yang diperlukan. Keselamatan serta kondisi kesehatan anak yang menjadi korban harus menjadi prioritas utama seluruh pihak." ujarnya.

Sementara itu, Kepala Humas Taman Margasatwa Ragunan Wahyudi Bambang mengatakan kronologi kejadian masih belum diketahui secara pasti. Hal tersebut karena tidak terdapat laporan resmi dari petugas terkait insiden yang beredar luas.

Pengelola menilai peristiwa tersebut diduga terjadi akibat kurangnya pengawasan dan pendampingan dari pihak orangtua. Berdasarkan video yang beredar, keluarga korban terlihat melewati batas pagar pengamanan yang telah disediakan sebelumnya.

"Terdapat indikasi bahwa satwa dijadikan bahan candaan atau konten oleh pengunjung saat berada lokasi tersebut. Hal itu terlihat karena yang bersangkutan tetap merekam kejadian dan tidak menunjukkan kepanikan berarti." ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....