Insiden di Kandang Gajah, Anggota DPRD DKI Minta Ragunan Perkuat Pengawasan
- 02 Jun 2026 10:33 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Anggota DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth, mengatakan insiden anak terjatuh di kandang gajah Taman Margasatwa Ragunan harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan dan keselamatan pengunjung.
- Pengelola Ragunan menilai insiden diduga terjadi akibat kurangnya pengawasan orang tua karena tampak pengunjung melewati batas pengamanan dan diduga menjadikan satwa sebagai konten media sosial.
RRI.CO.ID, Jakarta – Insiden jatuhnya seorang anak di kandang gajah Taman Margasatwa Ragunan menarik perhatian anggota DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth. Menurut dia, peristiwa tersebut harus dijadikan momentum evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan dan keselamatan pengunjung kawasan wisata tersebut.
Politisi PDI Perjuangan itu menegaskan keselamatan dan kondisi kesehatan anak yang menjadi korban harus memperoleh perhatian utama. Menurut dia, kejadian tersebut tidak boleh dianggap insiden biasa karena menyangkut keamanan publik di lokasi wisata.
“Saya sangat prihatin atas terjadinya insiden ini,” ujarnya, Selasa 2 Juni 2026. “Keselamatan dan kondisi kesehatan anak bersangkutan harus menjadi prioritas utama pihak pengelola Taman Margasatwa Ragunan.”
Pria yang akrab disapa Bang Kent itu meminta seluruh pengelola fasilitas publik memperkuat standar keselamatan secara menyeluruh. Menurut dia, kawasan wisata yang setiap hari dikunjungi masyarakat membutuhkan pengawasan ketat dan perlindungan maksimal.
Bang Kent menegaskan keselamatan pengunjung harus menjadi prioritas utama dalam setiap standar operasional pengelolaan kawasan wisata. Karena itu, manajemen Ragunan diminta melakukan investigasi transparan untuk mengetahui penyebab serta celah pengamanan yang ada.
"Kami meminta evaluasi dilakukan secara objektif dan menyeluruh,” ujarnya. “Fokusnya menemukan akar persoalan serta memastikan langkah perbaikan segera dilakukan.”
Kent menilai pemeriksaan aspek pengamanan fisik harus dilakukan menyeluruh pada seluruh area yang memiliki risiko tinggi. Ini mencakup pagar pembatas, jalur pengunjung, titik observasi satwa, hingga pagar pengaman berlapis di kawasan tersebut.
Menurut dia, perbaikan harus segera dilakukan apabila ditemukan celah pengamanan maupun pagar yang tidak memadai. Langkah cepat diperlukan agar pengunjung tidak dapat mendekati area satwa secara berbahaya pada kesempatan berikutnya.
“Bila ditemukan pagar yang tidak memenuhi standar keamanan, segera lakukan perbaikan tanpa menunda waktu." ucapnya. Kent menambahkan selain pengamanan fisik, penguatan sistem pengawasan lapangan juga sangat penting dilakukan.
Menurut dia, jumlah petugas keamanan harus disesuaikan dengan tingkat kunjungan, terutama saat libur dan akhir pekan. Kehadiran petugas yang aktif berpatroli serta memberikan imbauan langsung dapat mengurangi risiko kecelakaan.
Langkah preventif tersebut dinilai efektif menjaga keselamatan pengunjung selama berada di kawasan wisata dan rekreasi.”Kehadiran petugas yang aktif melakukan patroli dan memberikan imbauan langsung akan meminimalkan risiko kecelakaan." katanya.
Kepala Humas Taman Margasatwa Ragunan, Wahyudi Bambang, mengatakan belum mengetahui kronologi kejadian secara jelas. Menurut dia, hingga kini tidak dari laporan dari petugas terkait insiden yang viral di media sosial itu.
Wahyudi mengatakan insiden tersebut terjadi akibat kurangnya pengawasan serta pendampingan pihak orangtua. Video yang beredar menunjukkan keluarga korban terlihat melewati batas pagar pengamanan yang tersedia.
“Terdapat indikasi bahwa satwa dijadikan bahan candaan atau konten oleh pengunjung saat berada di lokasi,” ujarnya. “Ini terlihat karena yang bersangkutan tetap melakukan perekaman dan tidak menunjukkan kepanikan berarti.”
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....