Fisik Jemaah Haji Terkuras, DPR Minta Pelayanan Pulang Gelombang II Dimaksimalkan

  • 02 Jun 2026 11:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Timwas Haji DPR RI mengingatkan, pelayanan kedatangan dan kepulangan jemaah haji gelombang II di Madinah, Arab Saudi, harus dimaksimalkan.
  • Mengingat, kondisi psikologis dan fisik jemaah haji gelombang II jauh lebih terkuras setelah menyelesaikan rangkaian puncak haji di Armuzna.
  • Pemerintah melalui Kementerian Haji memastikan pelayanan dimaksimalkan, terutama untuk ibadah Arbain dan memfasilitasi jemaah agar bisa masuk ke Raudah.

RRI.CO.ID, Jakarta - Timwas Haji DPR RI mengingatkan, pelayanan kedatangan dan kepulangan jemaah haji gelombang II di Madinah, Arab Saudi, harus dimaksimalkan. Mengingat, kondisi psikologis dan fisik jemaah haji gelombang II jauh lebih terkuras setelah menyelesaikan rangkaian puncak haji di Armuzna.

Pernyataan tegas ini, diungkapkan oleh Anggota Timwas Haji DPR RI, Muhammad Abdul Aziz. Setelah jemaah menyelesaikan Tawaf Ifadah, Wada, hingga Umrah, pemerintah harus memfasilitasi ibadah lanjutan di Madinah.

“Pemerintah melalui Kementerian Haji memastikan pelayanan dimaksimalkan, terutama untuk ibadah Arbain dan memfasilitasi jemaah agar bisa masuk ke Raudah. Itu adalah impian mereka setelah bertahun-tahun menunggu,” kata Aziz dalam keterangan persnya, di Madinah, Arab Saudi, dikutip Selasa, 2 Juni 2026.

Timwas Haji DPR, kata Aziz, juga menyoroti aspek mobilitas transportasi. Dengan pergerakan sekitar 99.000 orang jemaah haji Indonesia dari Makkah ke Madinah, diperlukan simulasi jadwal yang presisi.

"Pentingnya skema pergerakan yang terukur guna mencegah penumpukan dan keterlambatan. Jangan sampai jemaah yang sudah didorong dari Makkah ke Madinah harus menunggu berjam-jam di lobi," ucap Aziz.

Oleh karenanya, ia menekankan, koordinasi antara Kementerian Agama RI, pihak syarikah, dan hotel harus berjalan tertib. Mengingat, keterlambatan ini akan menghambat sequence lainnya.

"mulai dari konsumsi, akomodasi, hingga pelaksanaan ibadah Arbain. Kita mewanti-wanti masalah ketersediaan kamar hotel yang kerap menjadi kendala berulang saat transisi antar-negara jemaah," ujar Aziz.

Di satu sisi, Timwas Haji DPR mengapresiasi terobosan Kementerian Haji yang menempatkan jemaah haji di hotel bintang lima. Tepatnya, hotel di dekat dengan Masjid Nabawi dan Masjidil Haram.

“Ada kendala di mana jemaah tidak diizinkan makan di kamar atau di teras hotel bintang lima. Hal ini membutuhkan komunikasi intensif dengan pihak hotel terkait kebiasaan konsumsi jemaah kita agar tidak menimbulkan masalah di lapangan,” kata Aziz.

Sementara, Bandara Internasional Juanda mulai melayani kedatangan jamaah haji Debarkasi Surabaya 1447 Hijriah/2026 Masehi. Kloter 1 dari jemaah asal Kota Malang, Surabaya, dan Kabupaten Probolinggo tiba dengan selamat pada Senin 1 Juni 2026 malam.

Mereka tiba sekitar pukul 20.25 WIB menggunakan pesawat Saudia Airlines nomor penerbangan SV 5124. Sebanyak 378 jamaah haji dalam kloter perdana itu disambut oleh petugas bandara dan panitia penyelenggara ibadah haji.

General Manager Bandara Internasional Juanda, Muhammad Tohir mengatakan, seluruh proses kedatangan jamaah berjalan lancar dan sesuai jadwal. Pada hari pertama debarkasi, Bandara Juanda dijadwalkan menerima empat kloter yang berangkat dari Bandara King Abdul Aziz, Jeddah.

"Alhamdulillah, Kloter 1 telah tiba dengan selamat, lancar, dan aman di Bandara Juanda. Sesuai jadwal, terdapat empat kloter yang tiba dari Jeddah dengan total 1.517 jamaah haji,” kata Tohir dalam keterangan persnya, di Jawa Timur, Selasa 2 Juni 2026.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....