Teddy Sebut Presiden Prabowo Harus Bangun Kedekatan dengan Banyak Pemimpin Dunia

  • 02 Jun 2026 07:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • 1. Sebagai pemimpin yang baru menjabat, Presiden Prabowo harus aktif menjalin kedekatan dengan banyak pemimpin dunia
  • 2. Kedekatan dengan banyak kepala harus dibangun sejak awal dan berkesinambungan
  • 3. Indonesia berhasil mengamankan pasokan BBM ditengah krisis karena hubungan yang baik dengan Rusia

RRI.CO.ID, Jakarta - Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan Presiden Prabowo Subianto harus membangun kedekatan secara pribadi maupun emosional dengan banyak pemimpin dunia. Oleh sebab itu, Kepala Negara harus aktif mendatangi pemimpin negara sebagai upaya membangun kedekatan.

"Jadi setiap pemimpin tentunya harus bangun hubungan yang dekat antar pemimpin dunia," kata Teddy dalam keterangan video yang diunggah di Instagram Sekretariat Kabinet, Senin, 1 Juni 2026. Penjelasan tersebut menjawab kritik dari diplomat senior Dino Patti Djalal yang menyoroti intensitas Presiden Prabowo ke luar negeri.

Teddy mengatakan Presiden Prabowo sebagai Presiden RI yang baru menjabat namun dihadapkan dengan berbagai dinamika global seperti perang dan krisis minyak. Teddy mencontohkan perang Rusia dan Ukraina yang belum berakhir, kemudian krisis di Amerika Latin dan perang Iran dengan Amerika Serikat.

"Jadi ada jadwal tahunan dan ada jadwal yang mendesak sesuai kebutuhan dalam negeri dan luar negeri suatu negara. Jadi Presiden Prabowo itu adalah Presiden baru yang mulai menjabat saat dunia sedang krisis," katanya.

"Sebelumnya ada konflik di Ukraina, ada di Venezuela, kemudian sekarang ada di Iran dan Timur Tengah. Itu terlibat Saudi, Qatar, Bahrain, UAE dan lain sebagainya," ujar Teddy.

Menurut Teddy, misi diplomasi harus dibangun secara berkesinambungan. Indonesia tidak bisa secara tiba-tiba meminta bantuan negara lain padahal tidak memiliki hubungan dekat dengan pemimpin negara tersebut.

"Kita tidak bisa hanya mengandalkan saat krisis baru kita minta bantuan. Tidak, kita harus panen hubungan yang baik," katanya.

Indonesia akan diuntungkan jika kepala negaranya aktif menjalin hubungan baik dengan banyak pemimpin negara. Indonesia dapat menghubungi pemimpin negara untuk meminta bantuan saat kondisi mendesak atau sebaliknya Indonesia memberi bantuan untuk negara sahabat.

Contoh konkret ketika banyak negara kesulitan mendapatkan pasokan minyak mentah yang terganggu akibat perang, Indonesia justru berhasil mengamankan pasokan dalam negeri. Indonesia membeli minyak dari negara sahabat seperti Rusia sehingga BBM dalam negeri mencukupi dengan harga relatif stabil.

"Bila suatu saat ada kondisi mendesak, kita bisa minta bantuan dan begitu pula sebaliknya. Untuk itu perlu kedekatan pribadi, kedekatan emosional antar pemimpin baik secara langsung, diliput media ataupun tertutup," katanya.

Pemerintah, kata Teddy menerima berbagai masukan dan kritik termasuk dari mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino namun tidak boleh mengaburkan fakta. Banyak keberhasilan yang ditorehkan Pemerintahan Presiden Prabowo dalam waktu 1,5 tahun salah satunya karena misi diplomasi ke berbagai kepala negara.

"Jadi ruang untuk setiap masukan tentu kita terima. Tapi jangan sampai kita mengaburkan fakta tentang semua hasil yang telah kita capai," katanya.

Teddy menyebut Dino sebagai diplomat hebat walau memiliki karir singkat sebagai Wamenlu, yakni hanya tiga bulan. "Saya pikir beliau adalah diplomat hebat, pernah menjadi Wakil Menteri Luar Negeri, walau hanya diberi kesempatan sekitar tiga bulan," ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....