ASDP Uji Coba Sterilisasi Pelabuhan Merak dan Bakauheni
- 01 Jun 2026 18:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mulai menerapkan uji coba sterilisasi kawasan di Pelabuhan Merak dan Bakauheni
- Ini sebagai bagian dari transformasi layanan penyeberangan nasional yang lebih aman, tertib, dan modern
- Kebijakan tersebut mulai diimplementasikan secara bertahap sejak 1 Juni 2026 dan akan diberlakukan secara penuh pada 15 Juni 2026
RRI.CO.ID, Jakarta - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mulai menerapkan uji coba sterilisasi kawasan di Pelabuhan Merak dan Bakauheni. Ini sebagai bagian dari transformasi layanan penyeberangan nasional yang lebih aman, tertib, dan modern.
Kebijakan tersebut mulai diimplementasikan secara bertahap sejak 1 Juni 2026 dan akan diberlakukan secara penuh pada 15 Juni 2026. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan keselamatan, keamanan, serta kelancaran mobilitas masyarakat dan distribusi logistik nasional.
“Penerapan kebijakan ini merupakan komitmen kami. Dalam menghadirkan tata kelola pelabuhan yang lebih tertib, aman, dan modern,” kata Direktur Utama ASDP Heru Widodo, Senin, 1 Juni 2026.
Menurut Heru, sterilisasi kawasan pelabuhan tidak hanya berfokus pada penataan operasional. Tetapi juga menjadi bagian dari transformasi layanan yang mengedepankan keselamatan dan kenyamanan pengguna jasa.
Melalui kebijakan tersebut, aktivitas di kawasan pelabuhan diharapkan semakin teratur, akses lebih terkontrol. Serta seluruh pihak yang beroperasi dapat menjalankan tugas sesuai standar keselamatan dan keamanan yang berlaku.
Sterilisasi kawasan dilakukan melalui penguatan sistem pengawasan dan pengendalian operasional, penataan akses keluar-masuk kendaraan dan personel, penggunaan identitas. Serta alat pelindung diri, hingga optimalisasi koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan.
Di Pelabuhan Merak, implementasi sterilisasi diperkuat melalui penerapan one gate system yang telah memasuki tahap uji coba sejak 25 Mei 2026. Sistem tersebut mengarahkan seluruh kendaraan pengguna layanan reguler maupun ekspres melalui satu akses utama untuk meningkatkan efektivitas pengawasan arus kendaraan.
Sementara itu, di Pelabuhan Bakauheni, ASDP mengembangkan sistem berbasis teknologi melalui penggunaan face recognition, RFID, CCTV. Serta sistem pemantauan kendaraan yang terintegrasi guna memperkuat keamanan dan pengendalian operasional.
Sebagai bagian dari implementasi program tersebut, ASDP juga mulai menerapkan penggunaan kendaraan listrik dan shuttle bus listrik. Ini untuk mendukung mobilitas operasional di kawasan pelabuhan.
Corporate Secretary ASDP Windy Andale mengatakan langkah tersebut sekaligus mendukung penerapan konsep Green Port melalui penggunaan transportasi yang lebih ramah lingkungan. “Langkah ini tidak hanya menciptakan kawasan pelabuhan yang lebih tertib dan terkendali, tetapi juga mendukung pemanfaatan transportasi ramah lingkungan di lingkungan pelabuhan,” ucapnya.
ASDP optimistis penguatan tata kelola operasional, pemanfaatan teknologi modern, dan penerapan prinsip berkelanjutan dapat meningkatkan kualitas layanan pelabuhan. Serta mendukung konektivitas nasional secara lebih efektif di masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....