ASDP Dukung Penyeberangan Wisata Danau Toba saat Libur Kenaikan Isa Almasih
- 17 Mei 2026 07:36 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memperkuat layanan penyeberangan di lintasan Ajibata–Ambarita, Danau Toba, Sumatra Utara.
- Danau Toba memiliki potensi besar sebagai destinasi pariwisata nasional yang perlu didukung melalui layanan transportasi penyeberangan yang andal, aman, dan nyaman.
RRI.CO.ID, Jakarta - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memperkuat layanan penyeberangan di lintasan Ajibata–Ambarita, Danau Toba, Sumatra Utara. Guna mendukung kelancaran mobilitas wisatawan selama libur panjang Kenaikan Isa Almasih 2026.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, mengatakan lintasan tersebut merupakan akses penting menuju Pulau Samosir. Sekaligus bagian dari pengalaman wisata yang menawarkan panorama alam serta kekayaan budaya khas kawasan Danau Toba sejak perjalanan dimulai.
“Danau Toba memiliki potensi besar sebagai destinasi pariwisata nasional yang perlu didukung melalui layanan transportasi penyeberangan yang andal, aman, dan nyaman. Kami tidak hanya menghadirkan konektivitas antarwilayah, tetapi juga ingin menjadi bagian dari pengalaman perjalanan wisata itu sendiri,” ujar Heru, Sabtu 16 Mei 2026.
Menurutnya, periode libur panjang pada 14–17 Mei 2026 menjadi momentum meningkatnya mobilitas masyarakat di berbagai daerah. Karena itu, ASDP memastikan kesiapan layanan penyeberangan di lintasan strategis nasional berjalan optimal, terutama di kawasan destinasi unggulan.
Penguatan layanan dilakukan untuk memastikan perjalanan wisatawan berlangsung lancar, aman, dan nyaman. Sekaligus mendukung pertumbuhan sektor pariwisata di kawasan Danau Toba yang terus dikembangkan sebagai destinasi prioritas nasional.
Dengan waktu tempuh sekitar 45 menit menggunakan KMP Ihan Batak dan KMP Pora-Pora, pengguna jasa dapat menikmati perjalanan nyaman sambil menyaksikan panorama Danau Toba dari atas kapal. Setibanya di Pulau Samosir, wisatawan dapat mengeksplorasi berbagai destinasi unggulan.
Di antaranya adalah Sabana Rumput Nadeak, Bukit Holbung, Air Terjun Sitiris Tiris, kawasan budaya Huta Siallagan. Hingga wisata rohani Patung Yesus Sibea Bea yang menjadi ikon wisata Danau Toba.
Selain pesona alam dan budaya, kawasan Danau Toba juga menawarkan beragam aktivitas wisata air. Seperti paddle board, jetski, kano, kayak, hingga parasailing yang memberikan pengalaman menikmati panorama dari udara.
Ragam aktivitas ini semakin memperkuat posisi Danau Toba sebagai destinasi wisata berkelas yang memadukan rekreasi, budaya. Serta keindahan alam dalam satu kawasan.
Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana menegaskan Danau Toba bukan hanya destinasi unggulan nasional. Tetapi juga simbol transformasi pariwisata Indonesia yang mengedepankan keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat lokal.
Sementara itu, General Manager ASDP Danau Toba Nickson Ambarita menyebut selama periode Januari hingga April 2026, lintasan Ajibata–Ambarita telah melayani 106.856 penumpang dan 28.125 kendaraan. Angka tersebut menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat sekaligus peran strategis lintasan ini sebagai akses utama menuju kawasan wisata Danau Toba dan Pulau Samosir.
Untuk memastikan pelayanan optimal selama libur panjang, ASDP menguatkan konektivitas melalui optimalisasi armada. Yaitu, dengan pengoperasian 8 hingga 12 trip penyeberangan setiap hari mulai pukul 07.30 WIB.
Selain Ajibata–Ambarita, ASDP Cabang Danau Toba juga mengoperasikan lintasan strategis lainnya, yakni Balige–Onanrunggu–Muara melalui KMP Kaldera Toba, Sibolga–Gunung Sitoli dengan KMP Jatra I dan KMP Jatra II. Serta Telukdalam–Pulau Tello yang dilayani KMP Simeulue.
Melalui kesiapan operasional dan penguatan konektivitas di lintasan strategis, ASDP menegaskan komitmennya mendukung kelancaran mobilitas masyarakat selama libur panjang. Sekaligus mendorong pertumbuhan pariwisata nasional yang berdampak pada peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....