Ajak Refleksi Kondisi Bangsa, Presiden: Apakah Pertumbuhan Ekonomi Sudah Merata?
- 01 Jun 2026 13:16 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Presiden Prabowo mengajak seluruh pihak merefleksikan apakah pertumbuhan ekonomi Indonesia sudah dirasakan merata.
- Presiden menegaskan kejujuran diperlukan untuk mengakui berbagai kelemahan dan tantangan pembangunan nasional.
- Presiden menilai kekayaan alam Indonesia belum sepenuhnya dimanfaatkan untuk kemakmuran seluruh rakyat.
RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengajak seluruh elemen bangsa merefleksikan kondisi Indonesia pada momentum Hari Lahir Pancasila 2026. Ia mempertanyakan apakah pertumbuhan ekonomi nasional selama beberapa dekade terakhir telah dirasakan secara merata dan adil oleh seluruh rakyat.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat memberikan amanat dalam Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 di Kompleks Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Senin, 1 Juni 2026. Menurutnya, refleksi tersebut penting untuk menilai keberhasilan pembangunan nasional secara jujur.
Presiden menekankan pentingnya kejujuran dalam melihat berbagai tantangan yang masih dihadapi bangsa. Presiden mengakui perekonomian Indonesia terus tumbuh selama beberapa dasawarsa terakhir.
“Marilah kita selalu jujur kepada diri kita sendiri, kita harus mengakui kelemahan-kelemahan dan kesulitan-kesulitan yang kita hadapi. Selama beberapa dasawarsa terakhir, Indonesia ekonominya memang tumbuh, tapi apakah pertumbuhan itu sudah merata?” kata Presiden Prabowo, saat uacara Hari Lahir Pancasila 2026 di Kompleks Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Senin, 1 Juni 2026.
Presiden kemudian mempertanyakan apakah hasil pembangunan tersebut telah dinikmati seluruh lapisan masyarakat secara adil. Menurutnya, evaluasi tersebut harus dilakukan secara terbuka demi mewujudkan kesejahteraan bersama.
“Sudah dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia secara adil? Marilah kita jujur melihat kenyataan yang kita hadapi sekarang,” ujar Kepala Negara.
Dalam amanatnya, Presiden Prabowo juga mengingatkan Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang sangat besar. Berbagai komoditas strategis nasional dinilai memiliki peran penting dalam mendukung kebutuhan dunia modern.
“Kita memiliki sumber daya alam yang luar biasa, kita sudah mengerti kekayaan kita luar biasa. Kita salah satu produsen terbesar komoditas-komoditas penting yang dibutuhkan dunia modern, yang dibutuhkan oleh teknologi tinggi,” kata Presiden.
Kepala Negara menyebut Indonesia menjadi salah satu produsen utama berbagai mineral penting seperti tembaga, timah, emas, hingga logam tanah jarang. Selain itu, Indonesia juga menjadi produsen besar kelapa sawit, batu bara, nikel, serta komoditas pertanian strategis lainnya.
Presiden mengatakan Indonesia kini telah mencapai swasembada pangan di tengah tantangan global yang dihadapi banyak negara. Kondisi tersebut menunjukkan kesiapan Indonesia menghadapi berbagai ketidakpastian dunia.
Meski demikian, Presiden mengingatkan bahwa kekayaan alam Indonesia belum sepenuhnya memberikan manfaat optimal bagi kesejahteraan rakyat. Karena itu, ia mengajak seluruh jajaran pemerintahan terus bekerja agar hasil pembangunan dapat dirasakan lebih merata oleh masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....