Hadiri Waisak Nasional 2026, Menag: Dharma Menjaga Perdamaian Dunia

  • 01 Jun 2026 07:48 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Hadiri Waisak Nasional 2026, Menag: Dharma Menjaga Perdamaian Dunia
  • Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menghadiri Dharmasanti Tri Suci Waisak Nasional 2570 Buddhist Era (B.E.) Tahun 2026.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menghadiri Dharmasanti Tri Suci Waisak Nasional 2570 Buddhist Era (B.E.) Tahun 2026. Acara ini digelar di Taman Lumbini, Kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Minggu, 31 Mei 2026.

Dalam kesempatan itu, Menag mengajak umat Buddha menjadikan peringatan Hari Waisak sebagai momentum memperkuat komitmen menebarkan kebajikan. Ia juga mengajak umat mempererat persaudaraan, dan menjaga perdamaian dunia.

Menurutnya, tema Waisak 2026 yang mengusung tema “Dharma Menjaga Perdamaian Dunia” sangat relevan dengan kondisi dunia saat ini. Menag mengatakan, Dharma tidak hanya dipahami sebagai ajaran keagamaan, tetapi juga menjadi pedoman hidup.

“Dharma bukan sekadar ajaran. Melainkan pelita kehidupan yang menuntun manusia untuk tetap teguh dalam nilai-nilai kebenaran, moralitas, kebijaksanaan serta di tengah dinamika zaman," kata Menag

"Termasuk menjaga perdamaian dunia,” ujarnya. Menag menjelaskan, semangat menjaga perdamaian dunia sejatinya berawal dari hati setiap individu.

Karena itu, nilai cinta kasih menjadi fondasi penting membangun kehidupan yang harmonis, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa, bahkan kehidupan dunia. Menag menegaskan komitmen pemerintah untuk menjamin setiap warga negara dapat menjalankan ibadah sesuai keyakinannya dengan aman dan khidmat.

Hal ini, lanjutnya, sebagaimana termaktub dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Yakni ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan social.

“Saya memiliki tanggung jawab konstitusional untuk memastikan setiap warga negara dapat menjalankan ibadahnya dengan tenang dan penuh khidmat. Pada saat yang sama, merawat harmoni adalah tanggung jawab kita bersama sebagai sesama anak bangsa,” ujar Menag.

Ia mengatakan, seluruh agama mengajarkan nilai-nilai kemanusiaan yang luhur. Karena itu, kehidupan beragama harus menjadi kekuatan untuk mempererat persaudaraan, bukan sebaliknya.

“Kebijaksanaan yang diajarkan dalam Buddha selaras dengan nilai-nilai kemanusiaan universal yang menjadi fondasi kehidupan bersama. Cinta kasih harus terus menjadi pondasi utama dalam menjaga persatuan bangsa,” ujar Menag.

Menag berharap peringatan Hari Tri Suci Waisak tidak hanya menjadi perayaan keagamaan. Tetapi juga menjadi ruang refleksi untuk menciptakan kehidupan yang rukun, menjaga persatuan bangsa, dan mewujudkan perdamaian dunia.

“Selamat Hari Tri Suci Waisak 2570 Tahun Buddhis. Semoga semua makhluk hidup berbahagia,” katanya.

Hal yang sama disampaikan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming . Dalam kesempatan itu, Wapres mengajak umat Buddha terus menjadi pelopor perdamaian, memperkuat toleransi, dan menjaga persaudaraan lintas agama.

“Perayaan Waisak di Borobudur malam ini tidak hanya sebagai perayaan keagamaan. Tetapi juga menjadi simbol kuat bahwa Indonesia adalah rumah bersama yang menjunjung tinggi perdamaian," kata Wapres.

"Yang menghargai keberagaman, serta mampu menjadikan perbedaan sebagai kekuatan," ujar Wapres. Lebih lanjut, Wapres mengajak umat Buddha untuk terus mengamalkan nilai-nilai luhur ajaran Buddha dalam kehidupan sehari-hari.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....