Hadiri Perayaan Waisak Nasional 2570, Wapres Ajak Umat Buddha Perkuat Perdamaian
- 01 Jun 2026 07:23 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Hadiri Perayaan Waisak Nasional 2570, Wapres Ajak Umat Buddha Perkuat Perdamaian
- Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming menghadiri Dharmasanti Tri Suci Waisak Nasional 2570 Buddhist Era (B.E.) Tahun 2026.
RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming menghadiri Dharmasanti Tri Suci Waisak Nasional 2570 Buddhist Era (B.E.) Tahun 2026. Acara ini digelar di Taman Lumbini, Kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Minggu, 31 Mei 2026.
Perayaan Waisak tahun ini mengusung tema “Dharma sebagai Sumber Moral dan Kebijaksanaan” dan subtema “Cinta Kasih Sumber Perdamaian Dunia”. Peringatan Waisak tahun ini menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai kebajikan, kebijaksanaan, dan kasih sayang dalam kehidupan bermasyarakat.
Dalam kesempatan itu, Wapres mengajak umat Buddha terus menjadi pelopor perdamaian, memperkuat toleransi, dan menjaga persaudaraan lintas agama. Wapres menegaskan, perayaan Waisak di Candi Borobudur tidak hanya menjadi perayaan keagamaan, tetapi simbol kerukunan dan persatuan bangsa.
“Perayaan Waisak di Borobudur malam ini tidak hanya sebagai perayaan keagamaan. Tetapi juga menjadi simbol kuat bahwa Indonesia adalah rumah bersama yang menjunjung tinggi perdamaian," kata Wapres.
"Yang menghargai keberagaman, serta mampu menjadikan perbedaan sebagai kekuatan," ujar Wapres. Lebih lanjut, Wapres mengajak umat Buddha untuk terus mengamalkan nilai-nilai luhur ajaran Buddha dalam kehidupan sehari-hari.
“Indonesia sebagai bangsa yang besar tentu membutuhkan persatuan dan perdamaian sebagai salah satu modal kuat dalam melakukan pembangunan. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh umat Buddha di Indonesia untuk terus menjadi pelopor perdamaian," ujarnya.
"Memperkuat semangat toleransi, serta berkontribusi aktif dalam menjaga persaudaraan lintas agama. Nilai-nilai luhur Buddha seperti cinta kasih atau metta, kasih sayang (karuna), dan kebijaksanaan (panna) sangat relevan dalam menjawab berbagai tantangan kehidupan yang semakin kompleks seperti saat ini,” ucapnya.
Usai sambutan, acara dilanjutkan dengan doa yang dipimpin YM Bhikkhu Wongsin Labhiko Mahathera. Acara ini juga diisi penampilan paduan suara bertema Waisak, pertunjukan tari dan drone, serta prosesi Pelepasan Lentera Perdamaian.
Dalam prosesi tersebut, Wapres turut serta menyalakan obor dan melepas lampion. Hal ini sebagai simbol pencerahan, kebijaksanaan, serta kasih sayang yang menjadi nilai utama ajaran Buddha.
Pelepasan lentera ke langit juga merefleksikan harapan, transformasi diri, dan tekad untuk menyebarkan kebaikan serta kedamaian kepada sesama. Prosesi ini menjadi salah satu momen puncak yang sarat makna dalam peringatan Waisak Nasional tahun ini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....