Kemendikdasmen Perkuat Digitalisasi Pembelajaran di Teluk Bintuni

  • 31 Mei 2026 18:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat implementasi Program Digitalisasi Pembelajaran
  • Guna memperluas akses pendidikan yang bermutu dan relevan, khususnya di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), termasuk Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat
  • Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengatakan penguatan program dilakukan melalui penyaluran perangkat pembelajaran digital berupa Interactive Flat Panel (IFP), laptop

RRI.CO.ID, Teluk Bintuni - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat implementasi Program Digitalisasi Pembelajaran. Guna memperluas akses pendidikan yang bermutu dan relevan, khususnya di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), termasuk Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengatakan penguatan program dilakukan melalui penyaluran perangkat pembelajaran digital berupa Interactive Flat Panel (IFP), laptop. Serta media penyimpanan konten pembelajaran kepada satuan pendidikan.

Menurut Mu’ti, pada 2025 sebanyak 167 satuan pendidikan di Teluk Bintuni telah menerima bantuan perangkat IFP. Jumlah tersebut menjadikan Teluk Bintuni sebagai salah satu daerah penerima program digitalisasi pendidikan terbesar di Papua Barat.

“Tahun lalu setiap sekolah menerima satu perangkat IFP. Pada 2026, setiap sekolah direncanakan memperoleh tambahan tiga unit sehingga total menjadi empat perangkat untuk mendukung pembelajaran digital,” kata Mu’ti, Minggu, 31 Mei 2026.

Ia menjelaskan, program digitalisasi pendidikan tidak hanya berfokus pada penyediaan perangkat, tetapi juga mencakup pelatihan guru, bantuan laptop, paket pembelajaran digital. Serta penguatan infrastruktur pendukung agar pemanfaatannya berjalan optimal.

Kemendikdasmen juga bekerja sama dengan PLN untuk mendukung kebutuhan listrik di sekolah melalui program penambahan daya secara gratis. Langkah tersebut dilakukan guna memastikan sekolah dapat memanfaatkan teknologi pembelajaran tanpa terkendala infrastruktur dasar.

“Transformasi digital tidak hanya ditentukan oleh perangkat. Tetapi juga kesiapan sumber daya manusia yang menggunakannya,” ujarnya.

Untuk mendukung hal tersebut, Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Papua Barat melaksanakan program pendampingan melalui sosialisasi, mentoring, dan coaching bagi sekolah penerima bantuan. Sepanjang 2025, sebanyak 20 satuan pendidikan di Teluk Bintuni mendapatkan pendampingan intensif yang terdiri atas lima PAUD, lima SD, lima SMP, dan lima SMA.

Melalui program tersebut, guru dan kepala sekolah memperoleh penguatan kapasitas dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam proses pembelajaran. Sehingga perangkat yang diterima dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Sementara itu, Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy menilai bantuan perangkat pembelajaran digital memberikan dampak positif bagi sekolah. Serta membuka peluang terciptanya proses belajar yang lebih interaktif serta modern.

Menurutnya, digitalisasi pendidikan menjadi bagian penting. Dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....