Menteri Bahlil Penasaran Pencipta Lagu MBG "Mas Bahlil Ganteng"
- 31 Mei 2026 13:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Bahlil Lahadalia mengaku penasaran dan ingin bertemu langsung pencipta lagu viral "My Little Bolu Ketan".
- Bahlil menghargai kreativitas generasi muda, namun mengingatkan agar tidak membawa isu SARA.
- Ketua Umum Golkar itu menegaskan pejabat publik harus siap menerima kritik dan perhatian masyarakat.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengaku penasaran dengan pencipta lagu viral "My Little Bolu Ketan". Lagu yang memuat singkatan MBG atau "Mas Bahlil Ganteng" itu ramai diperbincangkan di media sosial dalam beberapa waktu terakhir.
Bahlil mengatakan dirinya ingin bertemu langsung dengan pencipta lagu tersebut. Bahkan, ia berencana mengundang sang pembuat lagu untuk berbincang dan makan bersama.
“Saya minta tolong untuk saya mengundang kalau yang bersangkutan berkenan saya akan mengundang untuk berbincang-bincang.sekaligus makan karena penasaran juga saya,” kata Ketua Umum Partai Golkar tersebut dalam video perbincangan bersama Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, Jumat, 29 Mei 2026.
Dalam perbincangan itu, Bahlil mengaku lagu tersebut juga menjadi bahan candaan di lingkungan keluarganya. Ia bahkan mengaku sempat diledek anaknya saat menjalankan ibadah umrah.
“Saya lagi ibadah umrah pagi-pagi bangun, anak saya aja ketawain saya. ‘Bapak MBG’,” ujar Bahlil.
Raffi Ahmad kemudian menanggapi bahwa putranya, Rafathar, juga kerap menyanyikan lagu tersebut. Mendengar hal itu, Bahlil kembali meminta bantuan Raffi untuk mencari sosok pencipta lagu yang viral tersebut.
Bahlil mengaku menghargai kreativitas generasi muda yang menciptakan berbagai karya di media sosial. Menurutnya, lagu tersebut muncul secara alami dan menjadi bagian dari ekspresi kreatif anak muda saat ini.
“Saya sendiri nggak tahu, dan itu alami sekali, saya sendiri penasaran ini siapa yang buat. Jadi kalau boleh, Fi bisa temukan, saya pengen sekali ketemu,” ucap Bahlil kepada Raffi.
Meski demikian, Bahlil mengingatkan agar kreativitas di media sosial tidak dikaitkan dengan isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). Ia menilai penggunaan media sosial harus tetap dilakukan secara bijak dan bertanggung jawab.
“Jangan sampai masuk di SARA, SARA tidak boleh. Karena apa, itu akan memicu soliditas kita sesama anak bangsa,” katanya.
Bahlil menegaskan dirinya menerima berbagai bentuk perhatian publik, termasuk konten viral yang berkaitan dengan dirinya. “Ya risiko pejabat publik harus menerima semuanya,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....