Harga BBM Nonsubsidi Naik, Bahlil: Ikuti Mekanisme Pasar Global

  • 20 Apr 2026 16:04 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Bahlil Lahadalia menegaskan kenaikan BBM nonsubsidi mengikuti mekanisme pasar global.
  • Pemerintah hanya mengendalikan harga BBM subsidi melalui formula resmi sejak 2022.
  • Harga BBM subsidi tetap stabil karena ICP masih di bawah batas aman.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberikan penjelasan resmi terkait kenaikan harga bahan bakar minyak. Ia menegaskan bahwa penyesuaian tarif pada produk nonsubsidi merupakan hal wajar karena mengikuti dinamika pergerakan pasar dunia.

Bahlil menjelaskan bahwa pemerintah hanya memiliki otoritas penuh untuk mengintervensi serta menjaga stabilitas harga pada jenis bensin bersubsidi. Lanjutnya, formulasi penghitungan harga energi tersebut telah diatur secara transparan dalam regulasi teknis kementerian sejak tahun 2022.

"Karena kan yang bisa kita jamin negara, pemerintah bisa menjamin itu kan adalah harga subsidi. Dan itu kan Peraturan Menteri ESDM 2022 kan sudah jelas itu ada formulasinya," kata Bahlil saat ditemui di Jakarta, Senin, 20 April 2026.

Pemerintah menjamin harga bahan bakar subsidi tidak akan mengalami kenaikan jika harga minyak mentah Indonesia tetap terkendali. Menurutnya, posisi Indonesia Crude Price (ICP) saat ini terpantau masih berada di bawah ambang batas atas yang ditentukan.

Bahlil memaparkan bahwa rata-rata harga minyak dunia sejak awal tahun hingga sekarang masih stabil pada level 76 dolar. Lanjutnya, tren penurunan harga dari angka 100 dolar per barel memberikan ruang bagi pemerintah untuk mempertahankan tarif subsidi.

"Kalau subsidi sampai dengan harga ICP dunia 100 dolar tidak akan naik. Sekarang average rata-rata dunia ICP kita dari Januari sampai tertanggal yang saya ngomong itu kurang lebih sekitar 76 dolar," kata Bahlil.

PT Pertamina (Persero) telah memberlakukan harga baru untuk sejumlah jenis bahan bakar nonsubsidi mulai Sabtu, 18 April 2026. Kenaikan tersebut meliputi produk bensin beroktan tinggi serta solar nonsubsidi.

Data terbaru menunjukkan harga Pertamax Turbo dengan kadar oktan 98 kini melonjak menjadi Rp19.400 untuk setiap satu liter. Produk ini mengalami kenaikan signifikan sebesar Rp6.300 dari harga sebelumnya yang hanya dipatok pada level angka Rp13.100.

Bahan bakar jenis Dexlite kini dibanderol seharga Rp23.600 per liter setelah mengalami kenaikan dari harga awal sebesar Rp14.200. Pertamina Dex juga mengalami lonjakan drastis menjadi Rp23.900 per liter.

Pemerintah tetap mempertahankan harga Pertamax pada level Rp12.300 agar beban ekonomi pengguna kendaraan pribadi tidak terlalu berat. Jenis bahan bakar Pertamax Green 95 juga tidak mengalami perubahan harga dan masih dijual senilai Rp12.900 per liter.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....