Menteri Agama Pastikan Pendidikan Agama Tetap Berjalan di Daerah Terbatas

  • 31 Mei 2026 00:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menag pastikan seluruh siswa tetap mendapat pendidikan agama
  • Pemerintah siapkan berbagai skema untuk daerah minim guru agama
  • Rumah ibadah dan tokoh agama dilibatkan dalam pembelajaran
  • Nasaruddin tegaskan hak pendidikan agama tidak boleh hilang
  • Maruarar minta pemerataan guru agama Kristen di daerah

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar memastikan seluruh siswa tetap memperoleh pendidikan agama di daerah terbatas. Pemerintah menyiapkan berbagai skema pembelajaran agar hak pendidikan agama peserta didik terpenuhi.

Pernyataan tersebut disampaikan Nasaruddin saat menghadiri pelantikan Maruarar Sirait di Jakarta. Kegiatan itu berlangsung pada Sabtu, 30 Mei 2026, bersama sejumlah tokoh nasional.

Pemerintah menyiapkan berbagai mekanisme untuk memenuhi kebutuhan pendidikan agama bagi peserta didik. Upaya tersebut menyasar wilayah dengan keterbatasan guru serta jumlah pemeluk minoritas.

Salah satu skema dilakukan melalui kerja sama dengan rumah ibadah setempat. Pemerintah juga melibatkan tokoh agama guna mendukung keberlangsungan pembelajaran keagamaan.

"Karena bagi kita anak-anak sekolah itu perlu belajar agama. Jangan sampai ada anak-anak kita nanti tidak belajar agama," kata Menteri Agama Nasaruddin Umar dihadapan RRI.co.id , Sabtu 30 Mei 2026.

Nasaruddin menegaskan keterbatasan guru agama tidak boleh menghilangkan hak peserta didik. Pemerintah terus mencari solusi agar layanan pendidikan keagamaan tetap tersedia.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) periode 2026-2031, Maruarar Sirait berharap pemerataan guru agama diperkuat. Ia menilai siswa Kristen di wilayah terpencil memerlukan akses pendidikan memadai.

"Saya yakin Bapak adalah Menteri Agama yang adil, sehingga anak-anak kami juga bisa mendapatkan kesempatan, mendapatkan pengajaran agama Kristen di daerah-daerah," ucap Maruarar.

Dalam kesempatan sama, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengajak kalangan intelektual mendukung pembangunan. Ia menilai Indonesia memiliki modal besar untuk menjadi negara maju.

Menurut Tito, potensi tersebut mencakup sumber daya alam dan bonus demografi. Ia juga menekankan pentingnya menyiapkan sumber daya manusia produktif bagi pembangunan.

Pelantikan Maruarar turut dihadiri akademisi, pemuka agama, serta pengurus organisasi Kristen. Sejumlah tokoh nasional juga menghadiri kegiatan tersebut bersama para undangan lainnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....