Sekolah Rakyat Bima Disiapkan Tampung 3.000 Siswa

  • 31 Mei 2026 12:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Sekolah Rakyat Bima diusulkan dibangun di lahan 31 hektare
  • Sekolah dirancang menampung hingga 3.000 siswa
  • Menteri PU tinjau lokasi di Desa Pandai, Kabupaten Bima
  • Pembangunan hadapi tantangan akses material dan sungai
  • Pemprov NTB siap dukung penyediaan jalan alternatif

RRI.CO.ID, Bima - Pemerintah mengusulkan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, di atas lahan seluas 31 hektare. Fasilitas pendidikan tersebut dirancang menampung hingga 3.000 siswa.

Usulan pembangunan itu ditinjau Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo bersama Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Muhamad Iqbal. Acara dilakukan di Desa Pandai, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, Jumat 29 Mei 2026.

Menteri Dody mengatakan pembangunan Sekolah Rakyat di Bima menghadapi sejumlah tantangan teknis yang perlu diselesaikan bersama pemerintah daerah. Tantangan tersebut meliputi akses pengangkutan material dan penanganan sungai di sekitar lokasi.

“Sekolah ini cukup besar dan ditargetkan menampung sampai 3.000 siswa. Tetapi ada beberapa tantangan di lokasi ini, seperti jalan akses pengangkutan material, dan perbaikan sungai. Kementerian PU terus berkoordinasi dengan Pemprov dan Pemda agar bisa dicarikan solusinya,” kata Menteri Dody.

Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal mengatakan pemerintah daerah siap mendukung pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Bima. Pemprov akan menyiapkan solusi akses jalan dan berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Nusa Tenggara I terkait penanganan sungai.

“Mengenai jalan akses nanti akan ada jalan alternatif. Sedangkan mengenai sungai nanti kami akan berkoordinasi dengan BBWS Nusa Tenggara I. Pemprov dan Pemkab siap mendukung penuh,” ucap Lalu Muhamad Iqbal

Sementara itu, pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di Desa Gumantar, Kabupaten Lombok Utara, masih berlangsung. Kompleks pendidikan tersebut dirancang sebagai pusat pendidikan terpadu jenjang SD, SMP, dan SMA.

Berbagai fasilitas dilengkapi diantaranya ruang kelas berbasis teknologi. Lalu, ada laboratorium keterampilan, perpustakaan digital, serta asrama siswa dan guru.

Kementerian PU saat ini melaksanakan pembangunan 93 lokasi Sekolah Rakyat Tahap II di berbagai daerah Indonesia. Hingga 20 Mei 2026, progres fisik pembangunan secara nasional telah mencapai rata-rata 59 persen.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....