Diperingati Setiap 1 Juni, Ini Rangkuman Sejarah Hari Lahir Pancasila

  • 31 Mei 2026 08:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pancasila lahir melalui proses panjang mulai dari sidang BPUPKI, pembentukan Panitia Sembilan, hingga pengesahan oleh PPKI pada 18 Agustus 1945.
  • Nilai-nilai Pancasila hingga kini menjadi dasar negara dan pedoman kehidupan berbangsa serta bernegara di Indonesia.

RRI.CO.ID, Jakarta - Setiap 1 Juni, bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Tanggal tersebut menjadi momentum penting karena menandai pertama kali gagasan Pancasila diperkenalkan sebagai dasar negara Indonesia.

Pancasila lahir melalui proses panjang yang melibatkan perdebatan, pemikiran, dan kompromi para pendiri bangsa menjelang kemerdekaan Indonesia. Perumusan dasar negara dilakukan melalui sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 1945.

Awal mula sidang BPUPKI

Sejarah lahirnya Pancasila bermula dari pembentukan BPUPKI pada 29 April 1945. Lembaga yang dipimpin KRT Dr. Radjiman Wedyodiningrat itu bertugas mempersiapkan berbagai hal terkait pembentukan negara Indonesia merdeka.

Dalam sidang pertama BPUPKI yang berlangsung pada 29 Mei hingga 1 Juni 1945, sejumlah tokoh menyampaikan gagasannya mengenai dasar negara. Di antaranya Mohammad Yamin, Soepomo, dan Soekarno.

Mohammad Yamin mengusulkan lima asas berupa Peri Kebangsaan, Peri Kemanusiaan, Peri Ketuhanan, Peri Kerakyatan, dan Kesejahteraan Rakyat. Sementara Soepomo menawarkan konsep Persatuan, Kekeluargaan, Mufakat dan Demokrasi, Musyawarah, serta Keadilan Sosial.

Pancasila pertama kali diperkenalkan

Puncak sidang terjadi pada 1 Juni 1945 saat Soekarno menyampaikan pidato mengenai dasar negara Indonesia merdeka. Dalam pidato tersebut, Soekarno mengusulkan lima prinsip yang kemudian dikenal sebagai Pancasila.

Kelima prinsip tersebut terdiri atas Kebangsaan Indonesia, Internasionalisme atau Peri Kemanusiaan, Mufakat atau Demokrasi, Kesejahteraan Sosial, dan Ketuhanan Yang Maha Esa. Dari sinilah istilah Pancasila pertama kali diperkenalkan kepada publik.

Soekarno menjelaskan nama Pancasila berasal dari kata “panca” yang berarti lima dan “sila” yang berarti dasar atau asas. Menurutnya, lima sila tersebut menjadi fondasi bagi negara Indonesia yang merdeka.

Lahirnya Piagam Jakarta

Setelah sidang BPUPKI, dibentuk Panitia Sembilan yang bertugas menyempurnakan rumusan dasar negara. Panitia ini beranggotakan sembilan tokoh nasional, yaitu:

1. Soekarno

2. Mohammad Hatta

3. Mohammad Yamin

4. Agus Salim

5. Wahid Hasyim

6. Abdul Kahar Muzakir

7. Mr. AA Maramis

8. Achmad Soebardjo

9. Abikoesno Tjokroseojoso

Pada 22 Juni 1945, Panitia Sembilan menghasilkan naskah yang dikenal sebagai Piagam Jakarta. Dokumen tersebut memuat rumusan dasar negara yang menjadi cikal bakal Pancasila saat ini.

Namun, sejumlah perdebatan masih terjadi terutama terkait rumusan sila pertama. Karena itu, pembahasan mengenai dasar negara terus berlanjut menjelang kemerdekaan Indonesia.

Pancasila disahkan sebagai dasar negara

Setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) menggelar sidang pada 18 Agustus 1945. Dalam sidang tersebut dilakukan penyempurnaan rumusan dasar negara.

Kalimat sila pertama dalam Piagam Jakarta kemudian diubah menjadi "Ketuhanan Yang Maha Esa". Perubahan itu dianggap menjadi titik penting yang memperkuat persatuan bangsa Indonesia yang majemuk.

Pada hari yang sama, Pancasila resmi disahkan sebagai dasar negara dan dimasukkan ke dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Sejak saat itu, Pancasila menjadi ideologi sekaligus pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara.

Mengapa diperingati setiap 1 Juni?

Pemerintah menetapkan 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila melalui Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016. Keputusan tersebut ditandatangani Presiden Joko Widodo pada 1 Juni 2016.

Penetapan tanggal 1 Juni didasarkan pada momentum pidato Soekarno dalam sidang BPUPKI pada 1 Juni 1945 yang memperkenalkan konsep Pancasila. Sejak itu, tanggal 1 Juni juga ditetapkan sebagai hari libur nasional.

Hari Lahir Pancasila menjadi pengingat pentingnya menjaga persatuan, toleransi, dan semangat kebangsaan. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila hingga kini tetap menjadi fondasi kehidupan bangsa Indonesia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....