RRI Perkuat Pemberdayaan Lansia lewat Siaran dan Komunitas

  • 31 Mei 2026 04:59 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Anwar Mujahid Adhy Trisnanto menegaskan RRI siap menjadi ruang kolaborasi bagi komunitas lansia maupun kelompok masyarakat lainnya melalui berbagai program siaran dan kegiatan publik.
  • Program Selantang di Jember menghadirkan pembelajaran berkala mengenai kesehatan, sosial, psikologi, dan literasi digital serta memanfaatkan siaran RRI untuk sosialisasi kegiatan.
  • Effendy Choirie mengajak lansia menjaga kesehatan dengan rutin bergerak, membaca, dan terus belajar agar tetap bugar, produktif, serta memiliki kualitas hidup yang baik.

RRI.CO.ID, Jakarta - Ketua Dewan Pengawas LPP RRI, Anwar Mujahid Adhy Trisnanto menegaskan RRI terbuka untuk dimanfaatkan seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Menurutnya, layanan RRI tidak hanya ditujukan bagi lansia, tetapi juga berbagai kelompok masyarakat lainnya.

Ia mengatakan keterbukaan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab RRI sebagai Lembaga Penyiaran Publik. Karena itu, masyarakat dan komunitas dapat memanfaatkan berbagai program RRI untuk kegiatan yang bermanfaat.

"Pada dasarnya RRI terbuka untuk dimanfaatkan bagi kepentingan lansia maupun seluruh bagian masyarakat Indonesia. Pelayanan kepada masyarakat menjadi tanggung jawab utama RRI sebagai lembaga penyiaran publik," katanya dalam dialog Sapa Lansia: Tetap Terhubung, Bahagia dan Anti Gaptek, Auditorium Abdulrahman Saleh RRI, Jakarta Pusat, Sabtu malam, 30 Mei 2026.

Ia mencontohkan program Sekolah Lansia Tangguh atau Selantang yang berkembang di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Program tersebut diinisiasi pemerintah daerah dan kini telah tumbuh di hampir seluruh kecamatan setempat.

Menurutnya, Selantang merupakan kegiatan berkala yang dilaksanakan setiap dua pekan oleh lansia untuk sesama lansia. Materi yang diberikan mencakup kesehatan, sosial, psikologi, hingga literasi digital sesuai kebutuhan peserta.

"Kegiatan mereka tidak hanya dilakukan di dalam ruangan, tetapi juga memanfaatkan siaran RRI untuk sosialisasi. Melalui siaran tersebut, masyarakat dapat mengetahui berbagai aktivitas dan manfaat program yang dijalankan para lansia," ucapnya.

Ia menjelaskan program Selantang memiliki jenjang pembelajaran yang disebut peserta sebagai S1, S2, dan S3. Sertifikat tingkat pertama dapat diperoleh setelah mengikuti kegiatan selama enam bulan dengan total dua belas pertemuan.

Ia menilai model pembelajaran tersebut menunjukkan semangat lansia untuk terus belajar sepanjang hayat. Program itu juga menjadi sarana memperkuat partisipasi sosial dan meningkatkan kualitas hidup para peserta.

"Komunitas lansia maupun komunitas lainnya yang ingin berkolaborasi dengan RRI dipersilakan memanfaatkan ruang yang tersedia," katanya. Ia menegaskan RRI akan terus membuka kesempatan bagi masyarakat untuk terlibat dalam berbagai program publik.

Ia menambahkan RRI di berbagai daerah memiliki program on-air maupun off-air yang berkaitan dengan lansia. Program tersebut mencakup dialog, talkshow, kegiatan budaya, serta edukasi literasi digital yang disesuaikan kebutuhan masyarakat.

Ketua Umum Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial, Effendy Choirie mengajak lansia menjaga kesehatan melalui aktivitas fisik rutin. Menurutnya, kebiasaan bergerak dan membaca dapat membantu mempertahankan kebugaran serta kualitas hidup pada usia lanjut.

Ia menyampaikan pesan tersebut dengan mengutip nasihat almarhum Prof. Sri Soemantri yang pernah menjadi dosennya dahulu. Ia mengatakan terdapat tiga kebiasaan penting yang perlu dilakukan lansia agar tetap sehat dan produktif berkelanjutan.

"Kalau ingin tetap sehat walafiat, terutama ketika menjadi lansia, maka harus terus bergerak. Tidak cuma bergerak saja ada juga membaca," katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....