Cuaca Ekstrem Picu Karhutla, Tim Gabungan Kebut Padamkan Api di Riau

  • 30 Mei 2026 13:17 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatra mempercepat upaya pemadaman di sejumlah titik api di Riau
  • Ancaman karhutla di Riau saat ini juga diperkuat oleh indikator cuaca yang menunjukkan kondisi sangat kering

RRI.CO.ID, Jakarta — Kondisi cuaca yang semakin kering meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sumatra. Salah satunya terjadi di wilayah Provinsi Riau.

Merespons situasi tersebut, Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatra mempercepat upaya pemadaman di sejumlah titik api. Pihaknya mendeteksi titik api yang ada di Kabupaten Siak, Rokan Hilir, dan Pelalawan.

Memasuki hari ketiga penanganan, satu regu Manggala Agni Daerah Operasi (Daops) Sumatra IV Pekanbaru masih melakukan pemadaman lanjutan. Yakni di Desa Pecing Bekulo, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak.

Operasi pemadaman berlangsung sejak Hari Raya Iduladha pada 27 Mei 2026. Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatra, Ferdian Krisnanto, mengatakan tim di lapangan terus berupaya mengendalikan api meski menghadapi medan yang cukup berat.

“Fokus kami saat ini melanjutkan pemadaman dan melakukan penyekatan agar api dapat dilokalisasi. Tim Manggala Agni di darat juga mendapat dukungan water bombing dari Satgas Udara,” ujar Ferdian, Sabtu, 30 Mei 2026.

Selain itu, Manggala Agni juga membantu pemadaman di Desa Pasir Limau Kapas, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir. Langkah tersebut dilakukan sebagai respons cepat terhadap kemunculan titik api yang berpotensi meluas.

Sementara itu, Balai Dalkarhut Wilayah Sumatra juga mengerahkan dua tim Manggala Agni Daops Sumatra VII Rengat. Tujuannya untuk melakukan pemadaman di Desa Sokoi, Kecamatan Kuala Kampar, serta Pulau Mendol, Kabupaten Pelalawan.

Kedua wilayah tersebut merupakan kawasan gambut yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap kebakaran saat musim kemarau. Meski menghadapi cuaca panas dan akses menuju lokasi yang sulit dijangkau, proses pemadaman tetap dilakukan secara intensif.

Ancaman karhutla di Riau saat ini juga diperkuat oleh indikator cuaca yang menunjukkan kondisi sangat kering. Berdasarkan data BMKG, tingkat kemudahan bahan bakar ringan untuk terbakar di sejumlah wilayah Riau berada pada kategori ekstrem.

Kondisi serupa juga terpantau di beberapa wilayah lain di Pulau Sumatra. Yang mengindikasikan tingginya potensi kebakaran apabila tidak diantisipasi secara cepat.

“Nilai yang ekstrem menunjukkan kondisi vegetasi permukaan sangat kering dan mudah terbakar. Situasi ini meningkatkan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan secara cepat, sehingga diperlukan kewaspadaan dan langkah pencegahan,” kata Ferdian.

Ia mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran di wilayah sekitar guna mencegah meluasnya karhutla.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....