Menko Polkam: Praja IPDN Harus Berani Perjuangkan Kebenaran untuk Rakyat

  • 30 Mei 2026 19:03 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago menegaskan bahwa praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri. Harus menjadi birokrat yang berintegritas, disiplin, serta memiliki keberanian moral dalam memperjuangkan kepentingan rakyat.

Hal itu disampaikan saat memberikan pembekalan kepada para praja IPDN di Jatinangor, Jawa Barat, Jumat 29 Mei 2026. Dalam siaran pers yang diterima RRI.

“Pejabat politik bisa berganti, tetapi birokrasi harus tetap bekerja untuk kepentingan rakyat. Karena itu, keberanian menyampaikan hal yang benar menjadi sangat penting,” kata Djamari.

Dalam kesempatan tersebut, Djamari juga menyampaikan salam dari Presiden RI Prabowo Subianto kepada seluruh praja IPDN. Serta pesan agar mereka belajar dengan sungguh-sungguh karena peran mereka dinantikan bangsa.

Ia menekankan bahwa tantangan global saat ini semakin kompleks, mulai dari dinamika geopolitik, ancaman keamanan kawasan Indo-Pasifik. Hingga ketimpangan ekonomi dan kebocoran kekayaan negara.

“Perubahan geopolitik dunia sangat memengaruhi seluruh aspek kehidupan. Pemerintah terus bekerja agar dampaknya dapat diminimalkan,” katanya.

Djamari juga menyoroti pentingnya pemanfaatan bonus demografi hingga 2035. Serta peningkatan kualitas sumber daya manusia agar Indonesia terhindar dari middle income trap.

“Memperbaiki bangsa harus dimulai dari manusianya. Pendidikan menjadi kunci,” katanya.

Selain itu, ia mengingatkan bahwa korupsi dalam bentuk apa pun merupakan pengkhianatan terhadap negara.

Ia juga meminta praja IPDN untuk hadir. Sebagai pelayan masyarakat yang memiliki sensitivitas sosial tinggi.

“Kalian hadir untuk melayani masyarakat, bukan untuk dilayani,” katanya.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan bahwa IPDN memiliki peran strategis. Dalam mencetak aparatur sipil negara yang profesional dan berintegritas.

Ia menyebut IPDN sebagai salah satu pilar penting dalam penguatan birokrasi. Dengan lulusan yang banyak dibutuhkan oleh pemerintah daerah karena disiplin dan kesiapan kerja yang tinggi.

Tito juga menegaskan komitmen IPDN untuk meniadakan praktik kekerasan dalam lingkungan pendidikan. Serta terus mengembangkan diri sebagai pusat pelatihan dan kajian kebijakan publik.

Dalam kegiatan tersebut, Menko Polkam Djamari Chaniago menerima Anugerah Kartika Astha Brata Utama. Serta penyematan pin Alumni Kehormatan Pendidikan Tertinggi Kepamongprajaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....