KemenPPPA Sebut Usia Anak Rentan Ancaman Ruang Digital
- 29 Mei 2026 07:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta: KemenPPPA menyebut anak usia 12-18 tahun berada dalam fase pencarian jati diri sehingga rentan ancaman ruang digital. Pada usia tersebut, anak memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan rentan mengalami persoalan sosial emosional.
"Penguatan literasi digital perlu dilakukan melalui peran guru dan orang tua. Komunikasi terbuka dengan anak juga dinilai penting agar anak terbiasa bercerita mengenai pengalaman mereka di ruang digital," kata Asisten Deputi Perlindungan Anak Kondisi Khusus KemenPPPA, Susanti, saat berbincang dengan Pro3 RRI, Jumat, 29 Mei 2026.
Pihaknya telah memiliki peta jalan perlindungan anak di ranah daring sebagai langkah strategis memperkuat ekosistem perlindungan digital. KemenPPPA juga memiliki peran penting dalam rencana aksi nasional penguatan kapasitas anak menghadapi ancaman radikalisme dan terorisme.
"KemenPPPA tengah menyusun peraturan menteri terkait perlindungan anak dari terorisme. Upaya tersebut diperkuat melalui kampanye dan edukasi peningkatan literasi digital yang menyasar anak, guru, keluarga, hingga masyarakat," katanya.
Literasi digital dinilai tidak hanya sebatas kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga strategi komunikasi untuk mengajarkan anak berpikir kritis dan memahami risiko di dunia maya. Edukasi yang diberikan perlu disesuaikan dengan usia anak menggunakan bahasa sederhana dan mudah dipahami.
"Pendekatan kreatif juga diperlukan agar pesan dapat diterima secara efektif oleh anak. Sehingga strategi komunikasi yang diterapkan dapat lebih tepat sasaran," katanya.
Pemerintah kini menyiapkan strategi edukasi digital lebih tepat sasaran bagi anak. Langkah itu bertujuan memperkuat perlindungan anak dari ancaman radikalisme daring.
Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak KemenPPPA, Titi Eko Rahayu, mengingatkan ancaman radikalisme semakin masif. Menurutnya, ruang digital anak kini menjadi sasaran utama propaganda intoleransi.
“Fenomena radikalisme digital menjadi ancaman serius bagi anak-anak usia remaja. Konten radikal menyebar melalui pendekatan emosional dan komunitas tertutup,” kata Titi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....