Simak Makna Simbol Penjor hingga Gebogan Perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan

  • 17 Jun 2026 14:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Masyarakat Indonesia, khususnya umat Hindu, pada hari ini, Rabu, 17 Juni 2026, merayakan Hari Raya Galungan dan Kuningan.
  • Simak makna simbol pada Hari Raya Galungan dan Kuningan sebagai ungkapan syukur kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
  • Simbol-simbol seperti Penjor hingga Gebogan dalam perayaan Galungan dan Kuningan ini, memiliki makna filosofis dan spiritual mendalam.

RRI.CO.ID, Jakarta - Masyarakat Indonesia, khususnya umat Hindu, pada hari ini, Rabu, 17 Juni 2026, merayakan Hari Raya Galungan dan Kuningan. Peringatan suci umat Hindu ini, guna merayakan kemenangan Dharma (kebaikan) melawan Adharma (keburukan).

Simak makna simbol pada Hari Raya Galungan dan Kuningan sebagai ungkapan syukur kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Simbol-simbol seperti Penjor hingga Gebogan dalam perayaan Galungan dan Kuningan ini, memiliki makna filosofis dan spiritual mendalam.

Berdasarkan keterangan ajaran Hindu, berikut makna simbol dalam perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan:

1. Penjor

Penjor adalah tiang bambu melengkung yang dihiasi janur dan ornamen dedaunan. Pejor biasanya ditempatkan di depan rumah atau sepanjang jalan raya.

Penjor dalam tradisi Bali merupakan ungkapan rasa syukur atas anugerah kemakmuran dan kesejahteraan dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Bentuk penjor yang menjulang dan melengkung ke atas melambangkan keharmonisan hubungan antara manusia dengan Tuhan.

2. Banten (Sesajen)

Banten atau sesajen adalah sarana penting dalam rangkaian upacara adat dan kebutuhan persembahyangan umat Hindu. Berbagai jenis banten disiapkan sebagai persembahan suci selama Galungan dan Kuningan.

Banten melambangkan ketulusan hati, rasa syukur, serta wujud bakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Ini sekaligus menjadi pengingat agar setiap keberhasilan dan anugerah selalu disyukuri.

3. Tamiang

Tamiang merupakan anyaman berbentuk lingkaran yang biasanya dipasang menjelang Hari Raya Kuningan. Simbol ini melambangkan perlindungan, keselamatan, serta keseimbangan.

Tamiang, bagi umat Hindu, mengandung pesan untuk senantiasa menjaga diri dari pengaruh buruk. Sekaligus, mengandung pesan untuk tetap teguh memegang nilai-nilai dharma dalam kehidupan sehari-hari.

4. Endongan

Endongan adalah pelengkap khas perayaan Kuningan yang terbuat dari anyaman janur berbentuk menyerupai tas atau kantong. Endongan, dalam tradisi Hindu Bali, melambangkan bekal yang diberikan kepada para leluhur sebelum kembali ke alam spiritual.

Simbol ini menyimpan pesan setiap manusia perlu menanamkan perbuatan baik. Simbol ini juga melambangkan ketulusan sebagai bekal yang menuntun perjalanan hidupnya.

5. Dupa

Dupa merupakan perlengkapan yang hadir dalam setiap persembahyangan. Aroma harum serta asapnya yang membubung perlahan melambangkan kesucian doa kepada Tuhan.

6. Nasi Kuning

Nasi kuning merupakan persembahan yang identik dengan Hari Raya Kuningan. Persembahan ini menjadi simbol harapan agar umat Hindu senantiasa mendapat tuntunan dalam menjalani kehidupan.

7. Gebogan atau Pajegan

Gebogan atau pajegan adalah persembahan yang disusun dari berbagai jenis buah-buahan dan hasil bumi. Sebelum rangkaian upacara dimulai, umat Hindu biasanya menjunjung persembahan ini di atas kepala.

Gebogan yang menjulang tinggi serta dihiasi janur dan bunga melambangkan rasa syukur atas rezeki. Juga, kemakmuran dan hasil kehidupan yang dianugerahkan oleh Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....