Pengamat Lingkungan UGM Ingatkan Limbah Kurban dapat Cemari Sungai
- 28 Mei 2026 14:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pengamat UGM mengingatkan limbah kurban dapat mencemari sungai dan lingkungan.
- Limbah organik hewan kurban berpotensi mengurangi kadar oksigen di sungai.
- Masyarakat diminta mengelola limbah kurban dengan aman dan tidak membuangnya ke sungai.
RRI.CO.ID, Jakarta - Pengamat lingkungan Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof. Chandra Wahyu Purnomo mengingatkan pentingnya pengelolaan limbah kurban. Limbah organik hewan kurban dinilai berpotensi mencemari sungai dan lingkungan sekitar.
Ia menjelaskan , imbah seperti isi perut hewan kurban masih sering dibuang langsung ke sungai. Kondisi itu, kata dia, dapat menambah beban pencemaran organik di aliran air.
“Isi perut sapi atau kambing yang dibuang ke sungai akan menambah beban organik. Kondisi itu membuat kandungan oksigen di sungai berkurang,” katanya saat berbincang bersama Pro3 RRI, Rabu, 27 Mei 2026.
Prof. Chandra mengatakan, bakteri di sungai membutuhkan oksigen untuk mengurai limbah organik tersebut. Jika kadar oksigen menurun, ekosistem sungai dapat terganggu dan menyebabkan ikan mati.
Ia menyarankan, masyarakat tidak membuang limbah kurban langsung ke sungai maupun saluran air. Limbah sebaiknya diolah menggunakan tangki penampungan atau lubang khusus yang aman.
“Tanah sebenarnya punya kemampuan menetralisir limbah organik. Namun lokasinya harus jauh dari sumur dan sumber air warga,” katanya.
Ia mengingatkan, lubang pembuangan tidak boleh dibuat di lokasi dengan permukaan air tanah dangkal. Kondisi itu berisiko mencemari air tanah dan sumber air masyarakat sekitar.
Prof. Chandra menilai, rumah potong hewan umumnya sudah memiliki fasilitas pengolahan limbah yang memadai. Karena itu, penyembelihan hewan kurban di rumah potong dinilai lebih aman bagi lingkungan.
“Kalau di rumah potong hewan, pengolahan limbahnya sudah disiapkan dengan baik. Itu lebih aman untuk lingkungan,” ucapnya.
Ia juga mendorong adanya sosialisasi pengelolaan limbah kurban kepada masyarakat. Edukasi tersebut dinilai penting agar pelaksanaan kurban tetap menjaga kebersihan lingkungan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....