Kurban Tanpa Kupon dan Ramah Lingkungan Jadi Strategi Pemerataan LDII

  • 27 Mei 2026 21:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta: Ketua Umum DPP LDII, Dody Taufiq Wijaya, menegaskan kurban menjadi simbol ketakwaan sekaligus solidaritas sosial. Ia menyebut distribusi tanpa kupon cadangan dan pendekatan ramah lingkungan menjadi strategi pemerataan manfaat kurban bagi masyarakat.

“Kurban adalah simbol ketakwaan, keikhlasan, dan kepedulian sosial yang memperkuat solidaritas serta membantu masyarakat membutuhkan. Sebagai umat Islam, kurban menjadi ibadah yang selalu dinanti karena membawa keberkahan bagi kehidupan sosial,” ujar Dody dalam kegiatan Berbagi Daging Qurban di gedung DPP LDII, Jakarta pada Rabu (26/5/2026).

Warga menunggu pembagian daging qurban

Panitia kurban LDII di berbagai daerah menerapkan sistem distribusi terencana dengan melibatkan struktur organisasi hingga tingkat akar rumput. Pendekatan berbasis komunitas dilakukan agar pembagian daging kurban menjangkau masyarakat luas secara merata dan tepat sasaran.

“Kami mendorong PC dan PAC menjadi garda terdepan pelaksanaan kurban agar manfaatnya dirasakan langsung masyarakat sekitar. Distribusi berbasis komunitas diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial serta mengurangi kesenjangan penerimaan manfaat kurban,” kata Dody.

Selain pemerataan distribusi, LDII juga menekankan pelaksanaan kurban yang memperhatikan aspek kebersihan dan kelestarian lingkungan sekitar. Penggunaan plastik sekali pakai mulai dikurangi dan diganti dengan bahan ramah lingkungan guna mengurangi dampak limbah.

“Pelaksanaan kurban harus sah secara syariat, higienis, tertib, serta memperhatikan kesehatan dan kelestarian lingkungan masyarakat sekitar. Kami menginstruksikan penggunaan wadah ramah lingkungan agar ibadah kurban sejalan dengan kepedulian terhadap lingkungan,” ujar Dody.

Dody juga mengungkapkan total kurban warga LDII secara nasional mencapai sekitar delapan belas ribu sapi dan tujuh belas ribu kambing. Nilai ekonomi kurban tersebut diperkirakan mendekati satu triliun rupiah sehingga memberikan dampak besar bagi perputaran ekonomi masyarakat.

Warga sekitar, Dian Permata, mengaku antusias mengikuti pembagian daging kurban karena sistem distribusi dinilai lebih merata. Ia menilai pendekatan tanpa kupon cadangan membantu masyarakat yang sebelumnya tidak terdata tetap memperoleh bagian kurban.

“Saya sangat senang karena pembagian daging kurban berjalan tertib dan lebih merata kepada masyarakat sekitar lokasi kegiatan. Harapannya kegiatan sosial seperti ini terus dilakukan agar semakin banyak warga merasakan manfaat nyata dari kurban,” ujar Dian Permata.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....