BPS: Harga Cabai Rawit Turun, Tapi Masih di Atas HAP

  • 27 Mei 2026 04:34 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • BPS catat harga cabai rawit masih di atas HAP
  • Harga cabai rawit nasional turun 6,99 persen dibanding April 2026
  • Rata-rata harga cabai rawit nasional capai Rp63.591 per kilogram
  • Sebanyak 46,67 persen wilayah alami kenaikan harga cabai rawit
  • BPS catat 130 kabupaten dan kota alami kenaikan IPH cabai rawit

RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Pusat Statistik mencatat harga cabai rawit nasional masih berada di atas Harga Acuan Penjualan atau HAP hingga minggu ketiga Mei 2026. Meski demikian, harga cabai rawit mulai mengalami penurunan dibanding April 2026.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, mengatakan harga cabai rawit turun 6,99 persen dibanding April 2026. Rata-rata harga cabai rawit nasional kini mencapai Rp63.591 per kilogram.

Diketahui HAP cabai rawit di batas atas Rp57 Ribu per kilogram. Sedangkan di batas bawahnya Rp40 ribu per kilogram.

“Harga cabai rawit pada minggu ketiga Mei juga sudah berada di atas HAP,” kata Pudji dalam Rakor Pengendalian Inflasi Daerah di Jakarta, Senin 25 Mei 2026.

Meski harga mulai turun, BPS mengingatkan jumlah daerah yang mengalami kenaikan harga cabai rawit masih bertambah. Sebanyak 46,67 persen wilayah Indonesia tercatat mengalami kenaikan harga cabai rawit.

BPS juga mencatat terdapat 130 kabupaten dan kota mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga atau IPH cabai rawit. Kabupaten Serdang Bedagai mencatat kenaikan IPH tertinggi sebesar 48,80 persen.

Sementara Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur mengalami kenaikan IPH sebesar 47,29 persen. Harga cabai rawit di wilayah tersebut mencapai Rp62.538 per kilogram atau 9,72 persen di atas HAP.

Kenaikan IPH juga terjadi di Kabupaten Jombang sebesar 32,18 persen. Sementara Kabupaten Mojokerto mengalami kenaikan sebesar 26,44 persen.

BPS mencatat harga cabai rawit tertinggi berada di Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan. Harga cabai rawit di wilayah tersebut mencapai Rp200 ribu per kilogram.

Sementara harga terendah tercatat sebesar Rp23.769 per kilogram. Harga tersebut berada di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatra Utara.

Sementara itu, data Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat, produksi cabai rawit nasional Mei 2026 diperkirakan mencapai 142.581 ton. Sementara kebutuhan nasional berada di angka 100.552 ton.

Dengan kondisi tersebut, neraca cabai rawit nasional pada Mei 2026 diperkirakan masih surplus 42.029 ton. Surplus terbesar berada di Pulau Jawa mencapai 44.603 ton.

Sementara Pulau Kalimantan diperkirakan mengalami defisit 782 ton. Sedangkan wilayah Maluku dan Papua mengalami defisit sekitar 1.363 ton.

Kementan juga mencatat sejumlah daerah sentra produksi cabai rawit masih memasok kebutuhan nasional. Di antaranya Sukabumi, Cianjur, Bandung, Garut, Wonosobo, hingga Lombok Timur.

"Sedangkan cabe rawit merah, sesuai dengan informasi tadi dari Ibu Deputi, ada cabe rawit merah dari 107 kabupaten menjadi 130, meskipun alhamdulilah trennya sekarang sudah mengalami penurunan 6,99 persen dari minggu sebelumnya," ucap Direktur Sayuran Dan Tanaman Obat Kementan, Muhammad Agung Sunusi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....