BPS: Harga Bawang Merah Naik, Lampaui Harga Acuan Penjualan
- 27 Mei 2026 08:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- BPS catat harga bawang merah naik pada Mei 2026
- Harga bawang merah nasional kini melampaui HAP
- Harga bawang merah naik 1,24 persen dibanding April 2026
- Rata-rata harga bawang merah nasional capai Rp44.438 per kilogram
- Sebanyak 52,22 persen wilayah alami kenaikan harga bawang merah
RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat harga bawang merah mengalami kenaikan hingga pekan ketiga Mei 2026. Kenaikan harga bawang merah nasional kini berada di atas Harga Acuan Penjualan atau HAP.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, mengatakan harga bawang merah naik sebesar 1,24 persen dibanding April 2026. Rata-rata harga bawang merah nasional kini mencapai Rp44.438 per kilogram.
Diketahui HAP bawang merah di batas atasnya Rp41.500 per kilogram. Sedangkan di HAP di batas bawahnya Rp36.500 Per kilogram.
“Harga bawang merah secara rata-rata berada di atas HAP di pekan ketiga Mei. Secara umum harga bawang merah sampai pekan ketiga Mei naik 1,24 persen dibanding April 2026,” kata Pudji dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah di Jakarta, Senin 25 Mei 2026.
BPS mencatat sebanyak 52,22 persen wilayah Indonesia mengalami kenaikan harga bawang merah. Jumlah kabupaten dan kota yang mengalami kenaikan harga juga terus bertambah hingga pekan ketiga Mei 2026.
“Jumlah kabupaten kota yang mengalami kenaikan harga bawang merah terus mengalami kenaikan. Dari catatan, ada 188 daerah,” ucapnya.
Berdasarkan data BPS, terdapat 188 kabupaten dan kota mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga atau IPH bawang merah. Kabupaten Jombang mencatat kenaikan IPH tertinggi sebesar 24,25 persen.
Sementara Kabupaten Landak mengalami kenaikan IPH sebesar 24,13 persen. Harga bawang merah di wilayah tersebut mencapai Rp60 ribu per kilogram atau 44,58 persen di atas HAP.
Kenaikan IPH bawang merah juga terjadi di Kabupaten Tegal sebesar 23,12 persen. Sementara Kota Tebing Tinggi mengalami kenaikan sebesar 20,11 persen.
Di sisi lain, BPS mencatat harga bawang merah tertinggi berada di Kabupaten Puncak, Papua Tengah. Harga bawang merah di wilayah tersebut mencapai Rp100 ribu per kilogram.
Sementara harga terendah tercatat sebesar Rp24.923 per kilogram. Harga tersebut berada di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.
Sementara itu, Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan ketersediaan bawang merah nasional masih surplus menjelang Iduladha 2026. Produksi bawang merah Mei 2026 diperkirakan mencapai 115.777 ton.
Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementan, Muhammad Agung Sunusi, mengatakan kebutuhan bawang merah nasional pada Mei mencapai 110.650 ton. Dengan kondisi tersebut, neraca bawang merah nasional masih surplus 5.127 ton.
“Neraca bulanan kita dalam menghadapi Iduladha masih posisi surplus. 5.127 ton,” kata Agung.
Meski demikian, Kementan mewaspadai potensi penurunan produksi akibat cuaca ekstrem dan serangan organisme pengganggu tanaman atau OPT. Penurunan produksi juga terjadi di sejumlah sentra utama bawang merah.
“Kami mendapat informasi ada penurunan di Solok, Bima, Enrekang, dan Demak. Penyebabnya akibat cuaca ekstrem,” ucapnya.
Menurut Agung, sebagian sentra produksi juga mengalami kekeringan sehingga berdampak pada kualitas dan pasokan bawang merah Mei 2026. Selain itu, harga benih bawang merah di Pulau Jawa berpotensi naik karena memasuki musim tanam raya.
Kementan meminta pemerintah daerah bersama penyuluh pertanian melakukan monitoring intensif terhadap sentra produksi bawang merah. Pemerintah juga mendorong gerakan pengendalian OPT dan optimalisasi sarana irigasi untuk mengantisipasi kekeringan.
“Kami berharap daerah defisit mulai merintis penumbuhan sentra baru bawang merah,” katanya.
Kementan juga telah menggelar rapat koordinasi dengan champion bawang merah untuk menjaga pasokan daerah defisit. Pasokan bawang merah dipastikan tetap berjalan hingga akhir Mei 2026.
Enrekang, Solok, sebagian Brebes, Kendal, dan Bangli dipastikan masih dapat memasok bawang merah nasional. Wilayah Kalimantan ditargetkan mendapat tambahan pasokan sekitar 100 ton menjelang Iduladha.
Selain itu, pasokan untuk wilayah Sumatera juga diperkuat melalui pengiriman ke Palembang, Jambi, Medan, hingga Pesisir Selatan. Pemerintah berharap langkah tersebut dapat menjaga stabilitas harga bawang merah menjelang Iduladha.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....