Wapres Sambut Baik Gerakan Bersih Sungai

  • 27 Mei 2026 02:28 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Wapres bahas penguatan gerakan bersih sungai bersama Sungai Watch
  • Pertemuan fokus pada penanganan sampah sungai dan polusi plastik
  • Gibran apresiasi aksi Sungai Watch menjaga lingkungan
  • Sungai Watch baru selesaikan aksi Run for Rivers sejauh 1.205 kilometer
  • Sungai Watch beroperasi di Bali, Banyuwangi, dan Sidoarjo

RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Presiden (Wapres), Gibran Rakabuming Raka, menerima jajaran pendiri Sungai Watch di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Selasa 26 Mei 2026. Pertemuan membahas penguatan penanganan sampah sungai dan pengurangan polusi plastik.

Pertemuan dihadiri Gary Bencheghib, Sam Bencheghib, dan Kelly Bencheghib selaku pendiri Sungai Watch. Pembahasan juga menyoroti kolaborasi pemerintah, komunitas, dan masyarakat dalam menjaga kebersihan sungai.

Wapres menyambut baik berbagai aksi Sungai Watch dalam menjaga lingkungan. Gerakan itu dinilai mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap persoalan sampah.

Co-founder Sungai Watch, Sam Bencheghib, mengatakan organisasinya baru menyelesaikan aksi “Run for Rivers”. Aksi dilakukan dengan berlari sejauh 1.205 kilometer dari Bali menuju Monas, Jakarta.

“Di meeting (pertemuan) ini dengan Bapak Wakil Presiden, kami diskusi tentang bagaimana Sungai Watch bisa expand (diperluas) di seluruh Indonesia. Karena, sekarang Sungai Watch ada operasi di Bali, Banyuwangi, dan Sidoarjo di Jawa Timur. Tapi, kami mau expand ke Jawa Tengah dan Jawa Barat dan beliau sangat apresiasi dan mau bantu,” kata Sam di Jakarta, Selasa.

Saat ini, Sungai Watch telah beroperasi di Bali, Banyuwangi, dan Sidoarjo, Jawa Timur. Organisasi tersebut berencana memperluas gerakan ke Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Sam mengatakan Wapres mendukung perluasan gerakan penanganan sampah sungai tersebut. Dukungan juga diberikan melalui penguatan kolaborasi dan pendanaan.

Sementara itu, Gary Bencheghib menilai edukasi pemilahan sampah rumah tangga masih perlu diperkuat. Menurutnya, kesadaran masyarakat menjadi faktor penting mengurangi sampah di sungai.

“Sebenarnya Kota Jakarta sudah membuat program biar seluruh masyarakat sudah harus memilah dari warga, tapi yang pasti kurang [adalah] edukasi dan kesadaran. Dan, ini memang hal yang kita tahu, sebenarnya sungai bukan tempat sampah,” kata Gary.

Sungai Watch juga berharap koordinasi dengan pemerintah daerah dapat semakin diperkuat. Langkah itu dinilai penting agar penanganan sampah sungai berjalan lebih terintegrasi di berbagai wilayah.

“Kita berharap bukan cuma satu meeting saja, tapi kita pengin membuat Pak Wapres [sebagai] figur dalam hal menjadikan pahlawan untuk sungai kita di Indonesia, biar beliau bisa bantu nyambung ke beberapa pemerintah daerah, pemerintah provinsi, soalnya masalahnya sampah ini cukup complicated,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....