Menaker: 35 Persen Peserta Magang Dapat Tawaran Kerja di Perusahaan

  • 26 Mei 2026 20:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyebut sekitar 35 persen peserta Program Pemagangan Nasional Batch I mendapat tawaran bekerja.
  • Peserta menerima tawaran bekerja dari perusahaan tempat mereka menjalani program magang nasional batch pertama selama pelaksanaan.

RRI.CO.ID, Jakarta — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyebut sekitar 35 persen peserta Program Pemagangan Nasional Batch I mendapat tawaran bekerja. Peserta menerima tawaran bekerja dari perusahaan tempat mereka menjalani program magang nasional batch pertama selama pelaksanaan.

Menurut Yassierli, hasil evaluasi tersebut diperoleh dari sampel sekitar 14 ribu peserta batch pertama yang telah menyelesaikan program. "Hasil evaluasi batch satu, ada sekitar 35 persen adik-adik magang kita ditawari bekerja di tempat magang,” kata Menaker Yassierli di kantornya, Selasa 26 Mei 2026.

Selain tingkat penyerapan kerja, pemerintah juga mencatat tingginya tingkat kepuasan peserta. Serta, kepuasaan perusahaan terhadap pelaksanaan program pemagangan nasional.

Diketahui, Pemerintah menargetkan Program Pemagangan Nasional tahun 2026 dapat menjangkau hingga 150 ribu peserta. Hal itu disampaikan Menteri Ketenagakerjaan Yassierli usai berkoordinasi dengan Kementerian terkait.

Menurut Yassierli, target tersebut meningkat dibanding pelaksanaan program tahun sebelumnya yang mencapai 100 ribu peserta magang. “Alhamdulillah arahan Presiden, tahun 2026 kita sudah bisa siapkan pelaksanaan magang untuk sebanyak 150 ribu orang,” ujar Menteri Ketenagakerjaan Yassierli di kantornya, Selasa 26 Mei 2026.

Ia mengatakan pelaksanaan batch pertama program magang 2026 ditargetkan dimulai pada Juli mendatang. Program tersebut ditargetkan akan menyasar sekitar 50 ribu peserta.

"Untuk batch pertama angkatan kedua 2026 dengan target 50.000 orang dulu InsyaAllah. Semoga ini menjadi satu kabar baik buat para fresh graduate lulusan satu tahun terakhir," ujar Yassierli.

Kementerian Ketenagakerjaan akan terlebih dahulu berkoordinasi dengan perusahaan-perusahaan untuk membuka lowongan magang. Selanjutnya, lowongan tersebut diverifikasi sebelum dibuka kepada peserta.

Peserta nantinya dapat memilih lowongan yang tersedia. Serta, dapat mengikuti proses seleksi administratif maupun daring sesuai kebijakan masing-masing perusahaan.

Program ini diprioritaskan bagi lulusan baru atau fresh graduate dalam satu tahun terakhir. Pemerintah juga berencana membuka beberapa batch pelaksanaan hingga target 150 ribu peserta tercapai.

Rekomendasi Berita