Program Magang Nasional 2025 Batch II Rampung, Libatkan 78 Ribu Peserta
- 26 Mei 2026 17:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyampaikan Program Pemagangan Nasional 2025 Batch I dan II telah selesai dilaksanakan
- Total peserta Program Pemagangan Nasional 2025 Batch I dan II mencapai 78 ribu orang di seluruh Indonesia
RRI.CO.ID, Jakarta — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyampaikan Program Pemagangan Nasional 2025 Batch I dan II telah selesai dilaksanakan. Total peserta Program Pemagangan Nasional 2025 Batch I dan II mencapai 78 ribu orang di seluruh Indonesia.
Menaker menjelaskan, peserta batch kedua mencapai sekitar 67 ribu orang, ditambah batch pertama sekitar 14 ribu peserta. "Kami tawarkan mereka mengikuti sertifikasi kompetensi sebagai hadiah untuk para peserta magang,” kata Yassierli di kantornya, Selasa 26 Mei 2026.
Pemerintah kata Yassierli juga menawarkan sertifikasi kompetensi secara opsional bagi peserta magang. Ia mengatakan sertifikasi dilakukan secara luring di balai pelatihan kerja karena proses uji kompetensi harus dilaksanakan secara langsung.
Berdasarkan evaluasi batch pertama, tingkat kepuasan peserta mencapai 85 persen dengan kategori puas dan sangat puas. Sementara peserta yang merasa kurang puas dan tidak puas hanya sekitar 0,7 persen.
"Alhamdulillah tadi saya sampaikan Evaluasi singkat dari batch satu dari tingkat kepuasan peserta Itu 85% puas dan sangat puas. Kemudian 14% itu mereka cukup puas Yang kurang puas dan tidak puas itu 0,7%," kata Yassierlu.
Selain peserta, pemerintah juga melakukan evaluasi terhadap perusahaan yang terlibat dalam program tersebut. Dari sekitar 4.000 perusahaan peserta batch pertama, sebanyak 81 persen menyatakan puas dan sangat puas terhadap program tersebut.
"Mereka 81% mereka puas, kemudian puas dan sangat puas. Kemudian yang cukup puasnya itu 19%an kira-kira dan kemudian 0,4% yang kurang puas dan tidak puas," ujarnya.
Menaker menambahkan, sekitar 35 persen peserta batch pertama juga mendapat tawaran bekerja di tempat magang masing-masing. Menurutnya, hal itu menjadi indikator positif efektivitas program dalam meningkatkan penyerapan tenaga kerja.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....