Evakuasi Pendaki Malaysia di Rinjani Berhasil, Sempat Tertahan Kabut Tebal

  • 26 Mei 2026 13:43 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Proses evakuasi medis udara terhadap pendaki perempuan asal Malaysia yang mengalami cedera serius di Gunung Rinjani akhirnya berhasil
  • Proses penyelamatan turut melibatkan porter dan guide yang membantu mengevakuasi korban menuju Pelawangan 2 Sembalun

RRI.CO.ID, Jakarta — Proses evakuasi medis udara terhadap pendaki perempuan asal Malaysia yang mengalami cedera serius di Gunung Rinjani akhirnya berhasil. Korban diterbangkan menggunakan helikopter menuju rumah sakit di Bali setelah sempat tertahan akibat cuaca buruk dan kabut tebal.

Sebelumnya, Kantor SAR Mataram menerima laporan bahwa korban terjatuh saat menuruni jalur dari puncak Gunung Rinjani menuju Pelawangan 2 Sembalun. Kejadian tersebut terjadi pada Senin, 25 Mei 2026 kemarin.

“Akibat insiden tersebut, korban mengalami cedera serius hingga tidak mampu menggerakkan tubuhnya. Tim rescue dari Pos SAR Kayangan dan Kantor SAR Mataram langsung dikerahkan ke lokasi,” kata Kepala Kantor SAR Mataram Muhamad Hariyadi, dalam keterangannya, Selasa, 26 Mei 2026.

Proses penyelamatan turut melibatkan porter dan guide yang membantu mengevakuasi korban menuju Pelawangan 2 Sembalun. Helikopter milik PT SGi Air Bali yang diterbangkan dari Bali sempat mencoba melakukan evakuasi pada Senin sore.

Namun, kabut tebal yang menyelimuti kawasan Gunung Rinjani membuat jarak pandang sangat terbatas. Sehingga proses evakuasi udara terpaksa ditunda demi keselamatan penerbangan.

Berdasarkan rekomendasi tim medis dari Nusa Medica Clinic, korban diputuskan tetap berada di lokasi sementara waktu. Dan menjalani pengawasan intensif oleh perawat dan tim SAR gabungan.

mengatakan keputusan penundaan diambil dengan mempertimbangkan keselamatan korban dan kru helikopter. “Karena kendala cuaca berupa kabut tebal, evakuasi udara kami tunda dan baru dilanjutkan kembali saat jarak pandang dinyatakan aman,” ujar Hariyadi.

Cuaca yang mulai membaik pada Selasa, 26 Mei, pagi memungkinkan helikopter kembali diterbangkan dari Lapangan Sembalun. Setelah proses persiapan selesai, korban berhasil diangkat ke dalam helikopter dan diterbangkan menuju Bali.

Helikopter kemudian mendarat di helipad Benoa, Bali pukul 09.05 WITA sebelum korban dirujuk ke Rumah Sakit Inmedika Sanur. Keberhasilan operasi SAR ini melibatkan sinergi berbagai pihak.

Mulai dari Kantor SAR Mataram, Kantor SAR Denpasar, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani, PT SGi Air Bali. Lalu BPBD Lombok Timur, tim medis, hingga porter dan guide yang terus mendampingi korban selama proses evakuasi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....