Kisah Sejarah Kurban, dari Putra Nabi Adam hingga Nabi Ibrahim AS

  • 26 Mei 2026 11:47 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Ibadah kurban pertama kali dilakukan oleh Habil dan Qabil, putra Nabi Adam AS
  • Keikhlasan menjadi kunci utama diterimanya kurban di sisi Allah SWT
  • Kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail menjadi dasar pelaksanaan kurban dalam syariat Islam.

RRI.CO.ID, Jakarta - Sejarah kurban dalam Islam bermula dari kisah dua putra Nabi Adam AS, Habil dan Qabil. Keduanya diperintahkan mempersembahkan kurban sebagai bentuk pendekatan diri dan ketaatan kepada Allah SWT.

Dilansir dari laman Baznas, kisah kurban pertama manusia tercantum dalam Surah Al-Ma’idah ayat dua puluh tujuh. Ayat tersebut menjelaskan persembahan salah seorang diterima Allah, sementara persembahan saudaranya justru ditolak karena ketidakikhlasan.

Habil mempersembahkan hewan terbaik miliknya dengan niat tulus demi memperoleh keridaan Allah SWT sepenuhnya. Sementara Qabil menyerahkan hasil panen buruk tanpa ketulusan, sehingga kurbannya tidak diterima oleh Allah SWT.

Kisah tersebut menjadi pelajaran penting mengenai makna keikhlasan dalam menjalankan seluruh bentuk ibadah kepada Allah SWT. Sejarah awal kurban juga menunjukkan ibadah tersebut telah dikenal sejak masa awal kehidupan manusia di bumi.

Para ulama sepakat kisah Habil dan Qabil merupakan tonggak awal sejarah pelaksanaan ibadah kurban umat manusia. Peristiwa tersebut memperlihatkan pentingnya niat tulus serta kepatuhan terhadap perintah Allah dalam setiap ibadah dilakukan.

Meski demikian, umat Islam lebih mengenal kurban melalui kisah Nabi Ibrahim AS bersama putranya, Nabi Ismail AS. Kisah tersebut menjadi dasar utama pelaksanaan ibadah kurban dalam syariat Islam hingga sekarang bagi umat Muslim.

Dalam Surah As-Saffat dijelaskan Nabi Ibrahim menerima perintah menyembelih putranya melalui mimpi sebagai bentuk ujian ketaatan. Nabi Ismail kemudian menerima perintah tersebut dengan penuh kesabaran serta keteguhan menjalankan kehendak Allah SWT.

Ketika Nabi Ibrahim hendak melaksanakan perintah tersebut, Allah mengganti Nabi Ismail dengan seekor domba sembelihan. Peristiwa itu menegaskan Allah lebih mengutamakan ketulusan dan ketaatan dibandingkan darah maupun bentuk pengorbanan semata.

Kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail kemudian menjadi simbol utama semangat pengorbanan dalam ajaran Islam hingga kini. Ibadah kurban akhirnya dimaknai bukan sekadar penyembelihan hewan, melainkan bentuk kepasrahan sepenuhnya kepada Allah SWT.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....