Panduan Penyembelihan Hewan Kurban Dari Persiapan hingga Penanganan Limbah
- 26 Mei 2026 13:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pakar IPB dan MUI mengingatkan pentingnya proses kurban yang aman, sehat, higienis, serta ramah lingkungan saat Iduladha.
- Penanganan daging, jeroan, dan limbah kurban harus dilakukan sesuai prosedur untuk mencegah kontaminasi dan pencemaran lingkungan.
- Panduan lengkap penyembelihan hewan kurban mulai dari persiapan lokasi, pemotongan higienis, hingga pengelolaan limbah sesuai prinsip kesejahteraan hewan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Proses penyembelihan hewan kurban Iduladha tidak hanya berkaitan dengan syariat Islam, tetapi juga menyangkut kebersihan dan kesehatan pangan. Karena itu, panitia kurban diimbau memahami tata cara penyembelihan yang benar mulai dari persiapan hingga penanganan limbah.
Mengutip laman MUI, pakar peternakan Institut Pertanian Bogor Henny Nuraini menjelaskan penyembelihan hewan kurban harus memperhatikan kesejahteraan hewan. Langkah tersebut penting agar proses pemotongan berjalan aman, higienis, dan tidak menimbulkan pencemaran lingkungan.
Menurut Henny, lokasi penyembelihan harus memenuhi sejumlah syarat sebelum proses pemotongan dilakukan. Area pemotongan juga perlu dirancang agar alur kerja tidak menyebabkan kontaminasi silang antara area kotor dan bersih.
Berikut panduan penyembelihan hewan kurban mulai dari tahap persiapan hingga penanganan limbah:
1. Persiapan lokasi penyembelihan
Lokasi penyembelihan harus berada di tempat aman dan tidak mengganggu ketertiban lingkungan sekitar. Area juga perlu memiliki akses air bersih serta ruang cukup untuk menampung ternak hidup.
Panitia dianjurkan menyiapkan fasilitas pemotongan dan alur kerja yang jelas agar proses berjalan higienis. Pemisahan area bersih dan area kotor penting untuk mencegah kontaminasi daging kurban.
2. Hewan diistirahatkan sebelum dipotong
Sebelum disembelih, hewan kurban perlu diistirahatkan dan dipuasakan dari pakan selama delapan hingga dua belas jam. Namun, hewan tetap harus diberi air minum yang cukup selama masa tersebut.
Langkah ini bertujuan mengurangi isi saluran pencernaan agar tidak mencemari karkas saat proses pemotongan berlangsung. Kondisi hewan yang tenang juga membantu mengurangi tingkat stres ternak.
3. Area penyembelihan dibuat terbatas
Penyembelihan sebaiknya dilakukan di area tertutup dengan akses terbatas hanya untuk petugas dan pemilik kurban. Tujuannya mengurangi stres hewan akibat keramaian dan suara sekitar.
Prinsip kesejahteraan hewan dinilai penting agar proses pemotongan berjalan sesuai ajaran Islam dan etika peternakan. Hewan juga perlu diperlakukan dengan baik sebelum disembelih.
4. Penanganan daging dilakukan higienis
Setelah pemotongan selesai, daging kurban harus segera diproses menggunakan sistem kerja yang teratur. Henny menyarankan penggunaan metode FIFO atau first in first out dalam penanganan karkas.
Area penanganan daging juga perlu diberi alas bersih agar kualitas daging tetap terjaga. Daging dan tulang sebaiknya segera dipisahkan untuk mempercepat distribusi kepada masyarakat.
5. Petugas menggunakan alat pelindung diri
Petugas penyembelihan dianjurkan memakai alat pelindung diri seperti masker, penutup kepala, dan celemek. Langkah tersebut bertujuan menjaga kebersihan produk pangan dan kesehatan petugas.
Selain itu, tim penanganan daging sebaiknya dipisahkan dari tim pemotongan hewan. Pemisahan tugas dilakukan agar proses lebih higienis dan efisien.
6. Jeroan dipisahkan dari daging
Penanganan jeroan membutuhkan area khusus karena berisiko menimbulkan kontaminasi silang dengan daging. Jeroan juga harus dibersihkan dan dipisahkan berdasarkan jenisnya masing-masing.
Setelah dibersihkan, jeroan dikemas terpisah dari daging dan tulang sebelum dibagikan kepada masyarakat. Langkah ini penting menjaga kualitas dan keamanan pangan hasil kurban.
7. Limbah kurban harus dikelola benar
Limbah hasil penyembelihan terdiri dari limbah padat seperti feses dan isi saluran pencernaan serta limbah cair seperti darah. Seluruh limbah perlu ditangani melalui alur khusus agar tidak mencemari lingkungan sekitar.
Menurut Henny, limbah padat bahkan masih dapat dimanfaatkan menjadi pupuk organik bila jumlahnya cukup banyak. Pengelolaan limbah yang baik juga membantu menjaga kebersihan lingkungan pasca penyembelihan kurban.
Masyarakat dan panitia kurban diimbau memperhatikan seluruh tahapan penyembelihan agar ibadah kurban berjalan sesuai syariat sekaligus aman bagi kesehatan. Proses yang higienis juga dinilai penting menjaga kualitas daging sebelum dibagikan kepada penerima kurban.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....