Wamenkomdigi Nezar Ingatkan Generasi Muda akan Bahaya Penjajahan Algoritma
- 26 Mei 2026 05:36 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria, mengingatkan generasi muda bangsa Indonesia akan penjajahan algoritma
- Wamenkomdigi Nezar Patria menilai ruang digital masyarakat telah dikendalikan platform dan algoritma medsos
RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria, mengingatkan generasi muda Indonesia, untuk siap hadapi bentuk baru penjajahan. Nezar mengatakan, di era digital saat ini, penjajahan itu didominasi algoritma digital.
Hal tersebut dijelaskan Wamenkomdigi, secara perlahan membentuk cara berpikir, perilaku, hingga persepsi publik. Sehingga menurutnya masyarakat saat ini, hidup dalam ruang digital yang dikendalikan platform dan algoritma media sosial (medsos).
"Hari ini, hidup kita dimediasi platform digital. Bahkan isi kepala kita, perlahan dibentuk algoritma," kata Nezar dalam keterangan resminya, dikutip di Jakarta, Senin, 25 Mei 2026.
Kondisi tersebut dikatakan Wamenkomdigi, membuat manusia semakin sulit membedakan fakta, opini, hingga manipulasi informasi. Dalam hal inilah diungkapkannya, kondisi manusia di ruang digital, berada di pusaran informasi yang selaras dengan keyakinannya sendiri.
"Apa yang kita suka terus diperlihatkan, sementara pandangan lain disingkirkan. Kita hidup dalam filter bubble dan echo chamber," ujarnya.
Nezar menuturkan, kondisi tersebut menjadi ancaman serius, khususnya bagi generasi muda Indonesia. Sebab hal ini, dapat memicu polarisasi sosial, memperkuat misinformasi, dan melemahkan kemampuan berpikir kritis masyarakat, terutama generasi muda.
"Sekarang orang lebih dulu percaya sentimen dibanding fakta, kalau suka langsung dipercaya. Kalau tidak suka langsung ditolak, ini yang berbahaya," ujar Wamenkomdigi Nezar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....