Andre Prasetyo: Fokusnya Jangan ke Kami, tapi ke Mereka di Gaza Palestina

  • 25 Mei 2026 19:52 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Andre Prasetyo Nugroho meminta perhatian publik tetap fokus pada penderitaan rakyat Palestina di Gaza.
  • Relawan Global Sumud Flotilla menegaskan penahanan Israel tidak menghentikan solidaritas internasional bagi Palestina.
  • Andre memastikan misi Global Sumud Flotilla akan terus berlanjut untuk menembus blokade Gaza.

RRI.CO.ID, Tangerang - Relawan kemanusiaan asal Indonesia, Andre Prasetyo Nugroho meminta perhatian publik tetap diarahkan kepada penderitaan rakyat Palestina di Gaza. Menurutnya, pengalaman penyiksaan yang dialaminya selama penahanan belum sebanding dengan kondisi warga sipil Palestina setiap hari.

Andre merupakan salah satu peserta Global Sumud Flotilla yang sempat ditahan militer Israel saat membawa bantuan kemanusiaan menuju Gaza. Ia tiba kembali di Indonesia bersama delapan relawan lainnya melalui Bandara Soekarno-Hatta, Minggu, 24 Mei 2026.

Menurut Andre, pengalaman selama empat hari penahanan tidak boleh menjadi fokus utama pemberitaan dan perhatian masyarakat internasional. Ia menilai penderitaan masyarakat Palestina jauh lebih berat dibanding pengalaman yang dialami para relawan internasional.

“Fokusnya, spotlightnya jangan ke sembilan orang, jangan ke saya jangan ke mereka-mereka. Tapi yang ada di sana, di Gaza di Palestina,” ujar Andre.

Andre mengatakan ribuan perempuan dan anak-anak Palestina mengalami kekerasan serupa setiap hari di wilayah konflik tersebut. Bahkan, menurutnya, masyarakat sipil Gaza terus menghadapi ancaman kematian akibat serangan yang berkepanjangan.

“Sembilan ribu orang lebih, ibu perempuan dan anak itu mengalami penyiksaan yang saya alami selama empat hari kemarin. Sama, tapi mereka setiap hari bahkan dibunuh,” katanya.

Ia mengaku heran masih terdapat pihak yang memberikan dukungan terhadap tindakan Israel di tengah krisis kemanusiaan Gaza. Menurutnya, situasi kemanusiaan di Palestina seharusnya membuka kesadaran publik internasional untuk lebih peduli terhadap korban sipil.

Andre juga menegaskan penangkapan para relawan tidak akan menghentikan gerakan solidaritas internasional membela Palestina. “Dengan kejadian ini enggak mengurungkan tekad kaum-kaum lainnya untuk membela masyarakat Palestina,” ujarnya.

Menurut Andre, solidaritas antaraktivis dan relawan internasional menjadi kekuatan besar selama perjalanan menuju Gaza berlangsung. Kebersamaan tersebut membuat seluruh peserta tetap memiliki keyakinan membantu masyarakat Palestina meski menghadapi risiko besar.

Ia memastikan gerakan bantuan kemanusiaan untuk Palestina tidak akan berhenti hanya karena penangkapan militer Israel. “Bakal ada lagi Global Sumud Flotilla menembus blokade Gaza 3.0, 4.0 dan seterus-seterusnya,” ucap Andre.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....