Jelang Iduladha 2026, Mendag Pastikan Harga Kebutuhan Pangan Stabil

  • 25 Mei 2026 15:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Mendag Budi Santoso memastikan harga kebutuhan pangan relatif stabil menjelang Iduladha 2026.
  • Data SP2KP menunjukkan sejumlah komoditas masih diperdagangkan di bawah HET pemerintah.
  • Harga Minyakita tercatat Rp15.854, telur Rp27.000, dan daging sapi Rp137.000 per kilogram.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyebut kondisi harga kebutuhan pangan masih relatif stabil menjelang Iduladha 2026. Pemerintah menilai pergerakan harga sejumlah komoditas utama hingga kini masih berada dalam rentang pengawasan yang ditetapkan.

Kemendag mencatat, sejumlah kebutuhan pokok masih diperdagangkan dalam kisaran harga yang terkendali. Beberapa komoditas utama juga terpantau berada di bawah batas harga eceran tertinggi (HET) pemerintah.

Budi menjelaskan, sejumlah komoditas pangan utama masih diperdagangkan di bawah harga eceran tertinggi (HET) yang berlaku. Kondisi tersebut berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP).

"Di SP2KP tadi Minyakita harganya Rp15.854, kemudian telur harganya Rp27.000. Berarti kan di bawah HET. Kemudian daging sapi tadi Rp137.000, HET-nya Rp140.000," kata Budi di Kantor Kementerian Perdagangan, Senin, 25 Mei 2026.

Data SP2KP menunjukkan pergerakan harga pangan nasional cenderung stabil. Meski demikian, pemantauan juga mencatat adanya kenaikan harga pada sejumlah komoditas di beberapa wilayah.

Kemendag terus memantau distribusi pasokan untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok. Pengawasan tersebut dilakukan dengan mengacu pada ketentuan harga acuan penjualan (HAP) yang berlaku.

Budi mengatakan harga cabai di sejumlah daerah mulai mengalami kenaikan. Namun, nilainya masih berada dalam batas pengawasan pemerintah.

"Cabai ada yang Rp55.000, tapi masih HET di sini. Jadi harga stabil," ujar Budi.

Pemerintah juga mencatat masih terdapat perbedaan harga pangan di sejumlah wilayah Indonesia bagian timur, termasuk Papua. Menurut Budi, kondisi tersebut dipengaruhi distribusi pasokan beberapa komoditas kebutuhan pokok.

Kemendag meminta para pemasok memperkuat distribusi barang ke daerah tersebut. Langkah itu dilakukan untuk membantu menjaga kestabilan pasokan dan harga pangan menjelang Iduladha.

"Memang yang mungkin di daerah-daerah seperti Papua, ada beberapa komoditas yang tinggi. Karena kita minta kepada para supplier untuk memasok, terutama yang di daerah-daerah, tapi semua terkendali," ucap Budi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....